home edukasi & pesantren

ITS Dinobatkan sebagai Pelopor Inovasi Teknologi Maritim Jawa Timur

Ahad, 24 Mei 2026 - 10:32 WIB
Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD (kanan) bersama Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Dr Ing Ir Setyo Nugroho menunjukkan piagam penghargaan yang berhasil diraih ITS. (Dok: ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Menjadi poros perkembangan teknologi kelautan di Jawa Timur bahkan Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil raih penghargaan sebagai Pelopor Pengembangan SDM dan Inovasi Teknologi Kemaritiman. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan pucak penghargaan East Java Maritime Awards 2026, Rabu (20/5) malam.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi bagi para institusi dan tokoh penggerak sektor kemaritiman di Jawa Timur (Jatim). Malam apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengakuan peran simetris ITS sebagai komando teknologi kemaritiman dalam mendukung potensi kelautan yang ada.

Wakil Rektor III bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, (SDMO) dan Teknologi Sistem Informasi (TSI) ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD hadir langsung menerima penghargaan emas tersebut. Dengan adanya apresiasi yang diberikan, Imam menuturkan bahwa ITS telah berkomitmen untuk berkontribusi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu mengembangkan potensi laut yang memegang peranan krusial dalam perekonomian di Indonesia.

Dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS tersebut berpendapat bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh bentang lautnya yang luas tidak akan lepas dari sumber daya laut yang melimpah. “Oleh karena itu, kekayaan bahari yang ada perlu dikelola secara maksimal, dapat dimulai dari teknologi transportasi laut serta aktivitas logistik yang maju,” papar Imam dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Sebagai bukti, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS telah lama melahirkan berbagai inovasi yang menyokong kemajuan ekonomi maritim di Indonesia, terutama di wilayah Jatim. Beberapa pengembangan teknologi laut dan perkapalan seperti i-Stow, lampu LED bawah air ramah lingkungan untuk nelayan (Lamusa), hingga struktur pelindung pantai buatan yang mendukung terumbu karang (Hexareef) telah diakui secara nasional.

Lebih lanjut, alumnus Teknik Industri ITS itu menyampaikan, pengakuan yang didapatkan kali ini akan dijadikan sebagai dorongan bagi Kampus Pahlawan untuk terus berinovasi. “Ini menjadi pacuan utama kami (ITS), bahwa hingga hari ini masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu ITS kembangkan untuk memajukan ekonomi pekerja laut,” tuturnya.

Dekan FTK ITS Dr Ing Ir Setyo Nugroho menekankan bahwa melalui penghargaan yang diraih, ITS akan mengambil peran dominan untuk memastikan produk inovasi dalam negeri dapat terserap dengan maksimal. “Ini akan menjadi penyemangat kami dalam menyokong kemajuan teknologi kelautan hingga siap menaklukan samudera dengan inovasi,” tutur dosen yang akrab disapa Yoyok itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya