home wirausaha syariah

Potensi Kurban di Indonesia Rp52 Triliun, INDEF Soroti Ketimpangan Distribusi Daging

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:20 WIB
Prof. Nur Hidayah selaku Kepala CSED INDEF, Peneliti CSED INDEF Murniati Mukhlisin, dan Peneliti CSED INDEF Nurhastuti Wardhani memaparkan ekonomi kurban. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Potensi ekonomi kurban di Indonesia disebut sangat besar, bahkan mencapai puluhan triliun rupiah. Namun di balik besarnya angka tersebut, distribusi daging kurban dinilai masih timpang, tata kelola belum optimal, dan manfaatnya belum sepenuhnya menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi yang digelar Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, yang membedah praktik kurban di Indonesia dari sisi distribusi, rantai pasok, hingga desain kebijakan ekonomi berkelanjutan.



Kurban Triliunan Rupiah, Tapi Ketimpangan Distribusi Masih Tinggi


Kepala CSED INDEF Prof. Nur Hidayah menyoroti besarnya potensi ekonomi kurban yang belum diimbangi distribusi yang adil.

Menurutnya, berbagai lembaga mencatat angka berbeda terkait nilai ekonomi kurban nasional. Social Trust Fund UIN Jakarta bersama mitra riset menyebut praktik kurban masyarakat Indonesia mencapai sekitar Rp52,3 triliun, sementara proyeksi Puskas BAZNAS berada di kisaran Rp34,85 triliun dan IDEAS sekitar Rp27,1 triliun.

Prof. Nur mengatakan, perbedaan itu menunjukkan belum adanya standar data yang seragam karena praktik kurban masih banyak berlangsung lewat jalur informal seperti masjid, musala, pesantren, hingga komunitas lokal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya