Teladani Perilaku Rasulullah, 8 Tips Dagangan Laris dengan Modal Jujur
Fajar adhitya
Senin, 18 Oktober 2021 - 22:15 WIB
Teladani perilaku Rasulullah saat berdagang. (Foto: iStock).
Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi ummat meneladani perilaku Rasulullah. Berbagai hal bisa dicontoh, salah satunya cara yakni agar dagangan laris dengan modal jujur.
Nabi Muhammad tidak hanya meneladani umatnya bagaimana beribadah, tetapi dalam urusan keduniawian banyak sekali memberi contoh dan solusinya apabila ada masalah atau persoalan.
Menurut dia, dalam urusan dagang, Nabi Muhammad banyak memberi resep bagaimana dagangan laris tanpa berbuat curang atau merugikan orang lain dengan menerapkan prinsip kejujuran.
Ada 8 tips yang jadi petunjuk Rasulullah dalam sikap jujur dalam berdagang melansir Republika Online:
1. Penjual tidak boleh mempraktikkan kebohongan dan penipuan mengenai barang-barang yang dijual pada pembeli.
2. Pelanggan yang tidak sanggup membayar kontan hendaknya diberi tempo untuk melunasinya. Selain itu, pengampunan hendaknya diberikan bagi mereka yang sungguh-sungguh tak sanggup membayar utangnya.
3. Penjual harus menjauhi sumpah yang berlebih-lebihan dalam menjual suatu barang. "Hati-hatilah terhadap sumpah yang berlebih-lebihan dalam suatu penjualan. Meski mendatangkan untung tapi mengurangi keberkahan." (Muttafaq 'Alaih)
Nabi Muhammad tidak hanya meneladani umatnya bagaimana beribadah, tetapi dalam urusan keduniawian banyak sekali memberi contoh dan solusinya apabila ada masalah atau persoalan.
Menurut dia, dalam urusan dagang, Nabi Muhammad banyak memberi resep bagaimana dagangan laris tanpa berbuat curang atau merugikan orang lain dengan menerapkan prinsip kejujuran.
Ada 8 tips yang jadi petunjuk Rasulullah dalam sikap jujur dalam berdagang melansir Republika Online:
1. Penjual tidak boleh mempraktikkan kebohongan dan penipuan mengenai barang-barang yang dijual pada pembeli.
2. Pelanggan yang tidak sanggup membayar kontan hendaknya diberi tempo untuk melunasinya. Selain itu, pengampunan hendaknya diberikan bagi mereka yang sungguh-sungguh tak sanggup membayar utangnya.
3. Penjual harus menjauhi sumpah yang berlebih-lebihan dalam menjual suatu barang. "Hati-hatilah terhadap sumpah yang berlebih-lebihan dalam suatu penjualan. Meski mendatangkan untung tapi mengurangi keberkahan." (Muttafaq 'Alaih)