home masjid

Sejarah Hadist Palsu, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Rasul

Senin, 18 Oktober 2021 - 23:10 WIB
Sejarah hadist palsu. (Foto: Istimewa).
Sejarah hadist palsu dalam perkembangan syiar Islam ternyata sudah ada sejak zaman Rasul. Hal ini dibuktikan dengan hadist mengenai ancaman bagi penyebar dusta atas nama Nabi.

Dari al-Mughirah, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya berdusta atasku tidak seperti berdusta atas orang yang lain. Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah dia mengambil tempat tinggalnya di neraka." (HR Al-Bukhari)

Ahmad Amin dalam kitab Fajr al-Islam menyatakan bahwa hadist palsu sudah muncul sejak Nabi SAW masih hidup karena adanya hadist ancaman tersebut.

Pada masa itu, pemalsuan hadist hanya berkisar dalam pusaran kepentingan muamalah antar individu masyarakat. Setelah Nabi meninggal, khususnya ketika Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah, banyak motif yang melatarbelakangi pemalsuan hadist.

Puncaknya saat Umat Islam terpecah menjadi pendukung khalifah Ali bin Abi Thalib, pendukung Gubernur Mu’awiyah dan yang anti terhadap keduanya (khawarij).

Bila di zaman Nabi pemalsuan hadis dilakukan untuk kepentingan muamalah-individu, maka pada peristiwa perang Shiffin tahun 37 Hijriyah dan fitnah kubra sekitar tahun 40 Hijriyah, pemalsuan hadis dilakukan untuk kepentingan politik-kolektif. Karenanya, pada saat itu sulit membedakan antara hadis maudhu (palsu) dengan hadis otentik (sahih).

Pemalsuan hadis ini banyak dilakukan oleh orang-orang Khawarij. Tapi orang-orang yang pro terhadap Muawiyah maupun pro terhadap Ali bin Abi Thalib juga sama-sama melakukan pemalsuan hadis. Di samping itu juga memalsukan hadis dilakukan oleh orang-orang non-muslim.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
hadist palsu hadist rasulullah pemalsuan hadist
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya