Meski Tak Kebagian Kursi, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti Tetap Nyaman Berdiri di MRT
Tim langit 7
Kamis, 04 Juni 2026 - 05:58 WIB
Meski Tak Kebagian Kursi, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti Tetap Nyaman Berdiri di MRT
LANGIT7.ID-Jakarta; Di ruang publik yang sempit dan penuh sesak, seorang penumpang MRT tak kebagian kursi itu biasa. Cuma yang menarik, penumpang yang tidak kebagian kursi adalah pejabat: Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti.
Bagi Prof. Dr. Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, meskipun tidak dapat kursi, Ia tidak hanya rela berdiri, tetapi juga terlihat nyaman.
Foto yang diunggah akun X @nabanmudrik menunjukkan sang menteri berdiri di tengah gerbong padat. Sambil menggenggam ponsel, ekspresinya tenang. Tubuhnya yang berselimut batik hijau dan topi biru itu santai mengikuti laju kereta. Tak ada gelisah, tak ada wajah cemberut meski tidak mendapat tempat duduk.
"Ini mentri gak dapet kursi, tp nyantai bgt," komentar salah satu warganet.
Bagi Abdul Mu'ti, kenyamanan di transportasi publik tidak pernah diukur dari sandaran kursi. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu sudah terbiasa naik MRT, KRL, hingga ojek jauh sebelum menjadi menteri di Kabinet Merah Putih. Baginya, berdiri di gerbong yang sama dengan masyarakat adalah bagian dari pekerjaan yang menyenangkan.
"Jabatan adalah amanah yang bisa berakhir kapan saja. Saya tidak ingin dihormati karena jabatan," ujarnya tegas.
Bagi Prof. Dr. Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, meskipun tidak dapat kursi, Ia tidak hanya rela berdiri, tetapi juga terlihat nyaman.
Foto yang diunggah akun X @nabanmudrik menunjukkan sang menteri berdiri di tengah gerbong padat. Sambil menggenggam ponsel, ekspresinya tenang. Tubuhnya yang berselimut batik hijau dan topi biru itu santai mengikuti laju kereta. Tak ada gelisah, tak ada wajah cemberut meski tidak mendapat tempat duduk.
"Ini mentri gak dapet kursi, tp nyantai bgt," komentar salah satu warganet.
Bagi Abdul Mu'ti, kenyamanan di transportasi publik tidak pernah diukur dari sandaran kursi. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu sudah terbiasa naik MRT, KRL, hingga ojek jauh sebelum menjadi menteri di Kabinet Merah Putih. Baginya, berdiri di gerbong yang sama dengan masyarakat adalah bagian dari pekerjaan yang menyenangkan.
"Jabatan adalah amanah yang bisa berakhir kapan saja. Saya tidak ingin dihormati karena jabatan," ujarnya tegas.