Mahasiswa ITS Sukses Kembangkan Hi-VITS untuk Deteksi Kebakaran Listrik
Dwi sasongko
Ahad, 07 Juni 2026 - 11:37 WIB
Ketua Tim Hi-VITS Khoirul Anam menjelaskan cara kerja perangkat Hi-VITS yang dikembangkan untuk mendeteksi potensi kebakaran dini. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Risiko kebakaran akibat gangguan instalasi listrik masih menjadi salah satu ancaman terbesar pada bangunan hunian maupun industri. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengembangkan karya inovatif bernama Hi-VITS, sebuah sistem mitigasi pintar yang mampu mendeteksi potensi kebakaran listrik lebih dini melalui pemantauan kondisi jaringan secara real time.
Hi-VITS dirancang sebagai teknologi pelengkap sistem pengaman listrik konvensional berupa Miniature Circuit Breaker (MCB). Berbeda dari pengaman standar yang umumnya hanya merespons arus berlebih atau korsleting, sistem ini mampu mendeteksi arc condition atau gangguan busur listrik yang sering kali menjadi pemicu kebakaran namun sulit teridentifikasi oleh perangkat konvensional.
Salah satu anggota tim Hi-VITS Ananda Aullia Nayaka menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan timnya ini mengutamakan mekanisme peringatan dini sebelum melakukan pemutusan listrik otomatis. Dengan demikian, pengguna dapat melakukan pengecekan maupun tindakan pencegahan terlebih dahulu, “Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” terang mahasiswi yang akrab disapa Nanda tersebut, dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Menurut mahasiswa Departemen Sistem Informasi Program Studi Inovasi Digital ITS ini, mekanisme tersebut memungkinkan pengguna tetap menjaga keberlangsungan aktivitas tanpa harus mengalami pemadaman listrik mendadak. Langkah ini sekaligus membantu mengurangi potensi kerugian ekonomi yang dapat timbul akibat terganggunya operasional bangunan, “Pemutusan listrik otomatis baru dilakukan ketika kondisi sudah berada pada tahap yang berbahaya,” ujarnya.
Tidak hanya mengedepankan aspek keselamatan, pengembangan Hi-VITS juga mempertimbangkan kebutuhan pengguna dari sisi operasional dan kemudahan implementasi. Oleh karena itu, tim berupaya menghadirkan teknologi yang mampu memberikan perlindungan lebih baik tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari pada bangunan hunian maupun industri.
Ketua Tim Hi-VITS Khoirul Anam menambahkan bahwa pengembangan teknologi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan potensi penerapannya di lapangan. Menurutnya, aspek tersebut penting agar inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata, “Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” ungkap mahasiswa program S2 Teknik Eketro ITS ini.
Pengembangan Hi-VITS melibatkan kolaborasi multidisiplin mahasiswa ITS yang terdiri atas Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro; Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri; serta Ananda Aullia Nayaka dari Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi. Selain mengembangkan teknologi, tim ini juga menyusun model bisnis dan strategi komersialisasi guna meningkatkan peluang penerapan produk di industri.
Hi-VITS dirancang sebagai teknologi pelengkap sistem pengaman listrik konvensional berupa Miniature Circuit Breaker (MCB). Berbeda dari pengaman standar yang umumnya hanya merespons arus berlebih atau korsleting, sistem ini mampu mendeteksi arc condition atau gangguan busur listrik yang sering kali menjadi pemicu kebakaran namun sulit teridentifikasi oleh perangkat konvensional.
Salah satu anggota tim Hi-VITS Ananda Aullia Nayaka menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan timnya ini mengutamakan mekanisme peringatan dini sebelum melakukan pemutusan listrik otomatis. Dengan demikian, pengguna dapat melakukan pengecekan maupun tindakan pencegahan terlebih dahulu, “Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” terang mahasiswi yang akrab disapa Nanda tersebut, dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Menurut mahasiswa Departemen Sistem Informasi Program Studi Inovasi Digital ITS ini, mekanisme tersebut memungkinkan pengguna tetap menjaga keberlangsungan aktivitas tanpa harus mengalami pemadaman listrik mendadak. Langkah ini sekaligus membantu mengurangi potensi kerugian ekonomi yang dapat timbul akibat terganggunya operasional bangunan, “Pemutusan listrik otomatis baru dilakukan ketika kondisi sudah berada pada tahap yang berbahaya,” ujarnya.
Tidak hanya mengedepankan aspek keselamatan, pengembangan Hi-VITS juga mempertimbangkan kebutuhan pengguna dari sisi operasional dan kemudahan implementasi. Oleh karena itu, tim berupaya menghadirkan teknologi yang mampu memberikan perlindungan lebih baik tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari pada bangunan hunian maupun industri.
Ketua Tim Hi-VITS Khoirul Anam menambahkan bahwa pengembangan teknologi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan potensi penerapannya di lapangan. Menurutnya, aspek tersebut penting agar inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata, “Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” ungkap mahasiswa program S2 Teknik Eketro ITS ini.
Pengembangan Hi-VITS melibatkan kolaborasi multidisiplin mahasiswa ITS yang terdiri atas Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro; Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri; serta Ananda Aullia Nayaka dari Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi. Selain mengembangkan teknologi, tim ini juga menyusun model bisnis dan strategi komersialisasi guna meningkatkan peluang penerapan produk di industri.