LANGIT7.ID-, Jakarta - - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Istana mengonfirmasi berita ini dalam konferensi pers yang digelar pagi ini di Gedung Bank Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026) mengatakan, pengunduran diri tersebut telah diajukan secara resmi kepada Presiden Prabowo, kemarin.
"Per kemarin, secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden," kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan, mengutip
Antara, Senin (27/7/2026).
Ia menambahkan, surat pengunduran diri akan ditindaklanjuti dan diterbitkan surat ketetapan atas dirinya. Selanjutnya, sesuai UU BI, posisi Gubernur BI akan dijabat oleh Deputi Gubernur Senior. Dalam hal ini, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti yang akan menggantikan Perry.
"Yang selanjutnya akan menjabat sebagai Gubernur BI Sementara, yang dimaksud Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti," ujarnya.
Baca juga: Isu Tukar Guling Juda Agung-Thomas Djiwandono Santer, Menkeu Purbaya: Cuma Dengar BocoranMeski perihal pengunduran diri Perry Warjiyo telah diumumkan secara resmi, namun belum ada kabar mengenai alasan keputusan tersebut dibuat. Info yang beredar namun belum bisa dikonfirmasi, alasannya adalah karena masalah kesehatan.
Perry Warjiyo dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) sebanyak dua kali. Pertama pada 24 Mei 2018 untuk masa jabatan 2018-2023, sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 70/P Tahun 2018 tanggal 16 April 2018.
Lalu periode kedua pada 24 Mei 2023 untuk masa jabatan 2023-2028, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023.
Baca juga: BI Konfirmasi Juda Agung Mengundurkan Diri dari Jabatan Deputi GubernurDalam sejarah BI, Perry merupakan gubernur ke-16.
Perry Warjiyo termasuk sosok yang memiliki karier panjang di BI sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta Biro Gubernur.
Bahkan pada tahun 2007-2009, Perry Warjiyo menduduki posisi sebagai Direktur Eksekutif di Dana Moneter Internasional (IMF).
Baca juga: Pendidikan dan Perjalanan Karier Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI(lsi)