Sesditjen Bimas Islam: Nabi Muhammad Merupakan Contoh Pemimpin Paling Egaliter
Ahmad zuhdi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Fuad Nasar. (Foto: Istimewa)
Nabi Muhammad Saw yang hidup di abad ke-7 M ditulis dalam ranking pertama oleh seorang ilmuwan Barat Michael H. Hart dalam bukunya yang terkenal Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar menuturkan, jika ada seorang pemimpin besar yang riwayat hidupnya diketahui dan ditulis secara lengkap sejak dari zaman sebelum lahirnya sampai ia wafat oleh para ilmuwan hingga melahirkan tidak terhitung buku sejarah dari masa ke masa di seluruh dunia dalam berbagai bahasa, itulah Nabi Muhammad Saw.
Baca juga:DMI Salurkan Bantuan Rp1 M untuk Rumah Sakit Hebron di Palestina
Menurut dia, riwayat hidup dan perjuangan Nabi Muhammad tidak hanya ditulis oleh ilmuwan muslim karena keimanan dan kecintaannya kepada Nabi, tapi buku tentang Nabi Muhammad juga banyak yang ditulis oleh ilmuwan di luar Islam yang mengaguminya.
"Semakin jauh jarak waktu antara kehidupan kita sekarang dengan zaman Nabi Muhammad, semakin terasa keagungan risalah dan kesempurnaan ajaran Islam yang disampaikan Nabi kepada seluruh umat manusia," ujar Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar dalam keterangannya, Selasa (19/10).
Ia menuturkan, keteladanan utama Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah adalah keteladanan yang melintasi waktu dan menembus batas zaman. Pemimpin dan siapa pun yang ingin sukses dan bahagia dalam segala situasi, teladanilah kepemimpinan dan sikap hidup Muhammad Rasulullah Saw.
"Nabi Muhammad adalah contoh paling inspiratif seorang pemimpin yang egaliter dalam kehidupan nyata," tuturnya.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar menuturkan, jika ada seorang pemimpin besar yang riwayat hidupnya diketahui dan ditulis secara lengkap sejak dari zaman sebelum lahirnya sampai ia wafat oleh para ilmuwan hingga melahirkan tidak terhitung buku sejarah dari masa ke masa di seluruh dunia dalam berbagai bahasa, itulah Nabi Muhammad Saw.
Baca juga:DMI Salurkan Bantuan Rp1 M untuk Rumah Sakit Hebron di Palestina
Menurut dia, riwayat hidup dan perjuangan Nabi Muhammad tidak hanya ditulis oleh ilmuwan muslim karena keimanan dan kecintaannya kepada Nabi, tapi buku tentang Nabi Muhammad juga banyak yang ditulis oleh ilmuwan di luar Islam yang mengaguminya.
"Semakin jauh jarak waktu antara kehidupan kita sekarang dengan zaman Nabi Muhammad, semakin terasa keagungan risalah dan kesempurnaan ajaran Islam yang disampaikan Nabi kepada seluruh umat manusia," ujar Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar dalam keterangannya, Selasa (19/10).
Ia menuturkan, keteladanan utama Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah adalah keteladanan yang melintasi waktu dan menembus batas zaman. Pemimpin dan siapa pun yang ingin sukses dan bahagia dalam segala situasi, teladanilah kepemimpinan dan sikap hidup Muhammad Rasulullah Saw.
"Nabi Muhammad adalah contoh paling inspiratif seorang pemimpin yang egaliter dalam kehidupan nyata," tuturnya.