home masjid

Mengurai Watak Riba dan Alternatif Keadilan Ekonomi Syariah

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:22 WIB
Pengadopsian sistem ekonomi syariah yang murni merupakan sebuah keharusan mutlak untuk memutuskan rantai perbudakan finansial modern. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Seorang pemilik toko kelontong di sudut pasar tradisional duduk dengan tatapan kosong menghadap tumpukan barang dagangan yang mulai berdebu.

Di laci mejanya, tersimpan surat tagihan dari sebuah lembaga keuangan komersial yang mewajibkan penyetoran bunga bulanan sebesar 9 persen.

Bulan ini, arus kas usahanya defisit akibat penurunan daya beli masyarakat. Namun, hukum pasar kapitalistik tidak mengenal kompromi atas kerugian sepihak.

Pemilik modal tetap menuntut imbal hasil pasti, tanpa peduli bahwa sang pengusaha kecil sedang berdarah-darah mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya.

Fenomena ini menjadi potret mini dari bekerjanya sistem ekonomi predatoris yang menempatkan kapital di atas martabat kemanusiaan.

Dalam lanskap ekonomi makro, krisis struktural yang melanda pelbagai negara bersumber dari satu kesalahan teoretis yang sangat fatal.

Kesalahan itu adalah memperlakukan uang tunai secara analogis dengan harta bergerak atau tidak bergerak, seperti tanah dan hewan yang dapat dipersewakan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya