Wamen PPN: Industri Halal dan Ekonomi Syariah Bisa Ubah Krisis Jadi Peluang
Esti setiyowati
Rabu, 17 Juni 2026 - 21:47 WIB
Wamen PPN: Industri Halal dan Ekonomi Syariah Bisa Ubah Krisis Jadi Peluang. Foto: Ist.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan krisis global.
Dalam Seminar Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options from Regional Crisis di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Febrian menyampaikan bahwa dunia saat ini memasuki era ketidakpastian yang semakin kompleks akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Baca juga: Formulasi Ekonomi Syariah sebagai Anti-Tesis Imperalisme Global
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga energi, pangan, logistik, hingga aliran investasi global.
Menurutnya, para pemangku kepentingan tidak lagi dapat berasumsi bahwa gejolak global hanya bersifat sementara dan kondisi akan kembali normal seperti sebelumnya.
“Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana kita mengubah krisis menjadi peluang transformasi ekonomi. Dan di sinilah relevansi ekonomi syariah menjadi semakin nyata,” ujar Febrian.
Ia menilai ekonomi syariah saat ini tidak lagi sekadar mencerminkan identitas atau preferensi agama tertentu. Lebih dari itu, ekonomi syariah menawarkan kerangka pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan prinsip keberlanjutan.
Dalam Seminar Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options from Regional Crisis di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Febrian menyampaikan bahwa dunia saat ini memasuki era ketidakpastian yang semakin kompleks akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Baca juga: Formulasi Ekonomi Syariah sebagai Anti-Tesis Imperalisme Global
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga energi, pangan, logistik, hingga aliran investasi global.
Menurutnya, para pemangku kepentingan tidak lagi dapat berasumsi bahwa gejolak global hanya bersifat sementara dan kondisi akan kembali normal seperti sebelumnya.
“Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana kita mengubah krisis menjadi peluang transformasi ekonomi. Dan di sinilah relevansi ekonomi syariah menjadi semakin nyata,” ujar Febrian.
Ia menilai ekonomi syariah saat ini tidak lagi sekadar mencerminkan identitas atau preferensi agama tertentu. Lebih dari itu, ekonomi syariah menawarkan kerangka pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan prinsip keberlanjutan.