Universitas Paramadina Kupas Relevansi Pemikiran Cak Nur dan Gus Dur dalam Demokrasi Indonesia
Dwi sasongko
Jum'at, 19 Juni 2026 - 05:01 WIB
Universitas Paramadina Kupas Relevansi Pemikiran Cak Nur dan Gus Dur dalam Demokrasi Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Paramadina menggelar Diskusi Publik bertajuk "Relevansi Pemikiran Cak Nur dan Gus Dur dalam Demokrasi Saat Ini". Diskusi menarik ini menghadirkan akademisi dan intelektual senior untuk merefleksikan kembali gagasan dua tokoh besar Islam Indonesia tersebut di tengah dinamika demokrasi nasional yang menghadapi berbagai tantangan.
Diskusi yang dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini ini dimoderatori oleh Dr. Handi Risza dengan menghadirkan Pipip Ahmad Rifai Hasan, Ph.D, Prof. Didin S. Damanhuri, dan Fachry Ali, M.A. sebagai pembicara. Acara ini juga dihadiri dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika Universitas Paramadina.
Dalam pengantarnya, Dr. Handi Risza menilai diskusi lintas generasi seperti ini penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa mengenai kondisi bangsa saat ini.
"Kondisi ekonomi dan politik yang cukup tajam akhir-akhir ini memberikan pemikiran bagi kita bagaimana nasib bangsa ini ke depan. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita ambil sehingga gerakan mahasiswa hari ini semakin bernas dan semakin substantif untuk memperbaiki kondisi bangsa," ujarnya.
Pergeseran Pemikiran Cak Nur tentang Demokrasi
Dr. Pipip Ahmad Rifai Hasan menguraikan dinamika pemikiran Nurcholish Madjid mengenai demokrasi yang menurutnya mengalami perkembangan seiring perubahan konteks politik Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pada era Orde Baru, Cak Nur lebih menekankan pentingnya keadilan sosial dibanding demokrasi sebagai tujuan utama.
Diskusi yang dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini ini dimoderatori oleh Dr. Handi Risza dengan menghadirkan Pipip Ahmad Rifai Hasan, Ph.D, Prof. Didin S. Damanhuri, dan Fachry Ali, M.A. sebagai pembicara. Acara ini juga dihadiri dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika Universitas Paramadina.
Dalam pengantarnya, Dr. Handi Risza menilai diskusi lintas generasi seperti ini penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa mengenai kondisi bangsa saat ini.
"Kondisi ekonomi dan politik yang cukup tajam akhir-akhir ini memberikan pemikiran bagi kita bagaimana nasib bangsa ini ke depan. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita ambil sehingga gerakan mahasiswa hari ini semakin bernas dan semakin substantif untuk memperbaiki kondisi bangsa," ujarnya.
Pergeseran Pemikiran Cak Nur tentang Demokrasi
Dr. Pipip Ahmad Rifai Hasan menguraikan dinamika pemikiran Nurcholish Madjid mengenai demokrasi yang menurutnya mengalami perkembangan seiring perubahan konteks politik Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pada era Orde Baru, Cak Nur lebih menekankan pentingnya keadilan sosial dibanding demokrasi sebagai tujuan utama.