LANGIT7.ID-Berlin; Petualangan ajaib Alexandra Eala di Berlin akhirnya harus terhenti, setelah dikalahkan oleh Linda Noskova lebih awal hari ini.
Sejujurnya, penampilan petenis Ceko itu nyaris sempurna. Ia mendominasi Eala (21 tahun) sejak awal permainan dengan pukulan-pukulan datar dan keras yang mematikan.
Noskova kini akan menghadapi Jessica Pegula di partai final besok.
Sementara itu, bagi Alexandra Eala, ini saatnya kembali ke tempat latihan dan mengevaluasi permainan. Namun, ia bisa sangat berbangga dengan pencapaiannya minggu ini, setelah berhasil mengalahkan tiga pemain papan atas dalam perjalanannya ke semifinal.
Sayangnya, hari ini adalah milik Noskova. Usai pertandingan, ia pun berbicara di hadapan publik.
Reaksi Linda Noskova Usai Kalahkan Alex Eala di Semifinal Berlin OpenIa memulai dengan membahas kondisi lapangan, mengingat pertandingannya berlangsung setelah laga Pegula melawan Aryna Sabalenka yang tertunda akibat hujan.
Noskova mengakui, "Saya harus sedikit menyesuaikan permainan hari ini, mungkin karena hujan dan suhu yang agak turun. Lapangan terasa sedikit lebih lambat, tapi seiring berjalannya pertandingan dan setelah kami memakai bola baru, saya mulai merasa semakin baik."
Lalu, saat berbicara tentang Eala, ia menambahkan, "Saya tahu saya harus merebut waktu darinya karena ia sangat cepat dan bisa mengubah posisi bertahan menjadi serangan dengan sangat sigap. Target saya adalah mendominasi sejak servis pertama dan pukulan pertama setelah itu. Saya mencoba terus-menerus mengubah arah bola agar ia tidak bisa menemukan ritme yang nyaman."
Aryna Sabalenka Hadapi Masalah Serius Jelang Wimbledon Usai Kalah dari Jessica Pegula di BerlinBulan yang sulit sedang dialami Aryna Sabalenka di ajang WTA Tour.
Masalah Sabalenka dimulai saat French Open, di mana ia secara tak terduga kehilangan 10 game terakhir melawan Diana Shnaider dalam kekalahan mengejutkan di perempat final.
Sepertinya Sabalenka akan kembali mengalami kekalahan memprihatinkan saat ia tertinggal 2-6, 0-4 dari Nikola Bartunkova di Berlin Open pada Jumat lalu. Namun, petenis Belarusia itu bangkit dengan dramatis dan akhirnya mengalahkan petenis Ceko tersebut dengan skor 2-6, 7-6, 6-4.
Sayangnya bagi Sabalenka, aksi heroiknya di hari Jumat cepat terlupakan setelah ia kembali mengalami kekalahan telak dari Jessica Pegula.
Aryna Sabalenka Terus Kehilangan Momentum di Laga-Laga Krusial
Sabalenka tampak telah merebut momentum dari Pegula ketika ia dengan meyakinkan memenangkan tiebreak set kedua, setelah memenangkan enam dari tujuh poin tiebreak terakhir.
Namun, seperti yang sudah menjadi kebiasaan Sabalenka tahun ini, ia kembali kehilangan kendali atas jalannya pertandingan.
Pegula mengalahkan petenis nomor satu dunia itu dengan skor 6-4, 6-7, 6-0, di mana ia memenangkan 20 dari 27 poin terakhir.
Ini bukan pertama kalinya para penggemar tenis menyaksikan Sabalenka kehilangan kendali di momen-momen penting seperti ini.
Awal tahun ini, Sabalenka sempat unggul 4-6, 6-4, 3-0 atas Elena Rybakina di final Australian Open. Namun, ia akhirnya kalah, hanya memenangkan satu dari tujuh game terakhir.
Lima bulan kemudian, situasi serupa terjadi di Roland Garros. Seperti yang telah disebutkan, Sabalenka memimpin 6-3, 5-3 atas Diana Shnaider, tetapi kemudian ia kehilangan 10 game beruntun hingga dikalahkan oleh petenis Rusia peringkat 28 tersebut.
Sabalenka jelas tidak boleh membiarkan perubahan momentum drastis seperti ini terjadi jika ia ingin memenangkan Wimbledon untuk pertama kalinya musim panas nanti.
Rekor Aryna Sabalenka di WimbledonSabalenka pertama kali tampil di Wimbledon pada 2017 dan mencapai babak kedua. Ia mengalahkan Irina Khromacheva, sebelum kalah dari petenis Jerman, Carina Witthöft.
Empat tahun kemudian, Sabalenka mencapai terobosan besar pertamanya di ajang ini.
Setelah tiga kali berpartisipasi sebelumnya tanpa berhasil melangkah lebih jauh dari babak kedua, Sabalenka melaju ke semifinal Wimbledon pada 2021, mengalahkan Elena Rybakina dan Ons Jabeur di sepanjang perjalanan.
Rekor Aryna Sabalenka di Wimbledon· 2017: Babak Kedua
· 2018: Babak Pertama
· 2019: Babak Pertama
· 2021: Semifinal
· 2023: Semifinal
· 2025: Semifinal
Ia kemudian dikalahkan oleh Karolina Pliskova dalam tiga set.
Sejak saat itu, Sabalenka mencatatkan dua pencapaian semifinal lagi, yaitu pada 2023 dan 2025. Ia dikalahkan oleh Ons Jabeur pada 2023 dan Amanda Anisimova pada 2025.
Usai kalah 6-4, 4-6, 6-4 dari Anisimova, Sabalenka mengatakan kepada wartawan di London bahwa ia sudah 'berusaha maksimal.'
"Saya pikir jelas hari ini permainan pengembalian saya jauh lebih buruk," aku petenis peraih empat gelar Grand Slam itu. "Seperti, pengembalian saya jauh lebih jelek dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
"Saya tidak tahu. Maksud saya, saya harus mengakui bahwa saya sudah berusaha maksimal. Saya memberikan semua yang saya punya saat itu. Oke, permainan pengembalian tidak berjalan baik. Saya tetap bangkit. Saya masih punya peluang.
"Lalu di game terakhir, saya tidak bisa melakukan servis dengan baik. Maksud saya, saya tetap melakukan servis, tapi ia langsung menghancurkan servis-servis saya.
"Saya harus akui bahwa ia lebih berani hari ini. Mungkin saat saya mencoba bertahan dalam reli, ia justru terus menyerang — ia bermain lebih agresif. Terkadang saya malah menghentikan ayunan dan melakukan kesalahan yang seharusnya tidak saya lakukan.
"Saya pikir saya seharusnya bisa lebih berani hari ini dan ingat bahwa saya adalah pemain peringkat teratas, dan saya mampu melakukan itu. Saya pikir di beberapa momen pertandingan, saya melupakan hal itu."(*/saf/tennishead)
(lam)