Dolar AS Menguat, Bank Mega Syariah Justru Catat Lonjakan Pembiayaan Komersial 13,22 Persen
Tim langit 7
Jum'at, 19 Juni 2026 - 17:18 WIB
Dolar AS Menguat, Bank Mega Syariah Justru Catat Lonjakan Pembiayaan Komersial 13,22 Persen
LANGIT7.ID-Jakarta; Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang menjadi perhatian pelaku usaha dinilai tidak menghalangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi dan komersial. Di tengah dinamika global tersebut, Bank Mega Syariah tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan sepanjang 2026.
Per Mei 2026, outstanding pembiayaan komersial Bank Mega Syariah tercatat mencapai lebih dari Rp5,7 triliun. Secara year to date (ytd), angka tersebut tumbuh 13,22 persen dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp5,17 triliun.
Sementara itu, total pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp9,9 triliun pada Mei 2026, meningkat 7,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,3 triliun.
Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno mengatakan penguatan dolar AS memang menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut belum mengurangi peluang pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental usaha kuat.
“Bank Mega Syariah melihat penguatan dolar AS sebagai salah satu dinamika global yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi. Kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih tetap terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan,” kata Guritno dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Menurut perseroan, penguatan dolar AS berpotensi memengaruhi biaya usaha, arus kas, hingga kebutuhan modal kerja pelaku usaha. Meski demikian, aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak dan kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor strategis masih membuka ruang pertumbuhan yang menjanjikan.
Karena itu, Bank Mega Syariah tetap fokus mendorong pembiayaan pada sektor-sektor yang dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
Per Mei 2026, outstanding pembiayaan komersial Bank Mega Syariah tercatat mencapai lebih dari Rp5,7 triliun. Secara year to date (ytd), angka tersebut tumbuh 13,22 persen dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp5,17 triliun.
Sementara itu, total pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp9,9 triliun pada Mei 2026, meningkat 7,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,3 triliun.
Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno mengatakan penguatan dolar AS memang menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut belum mengurangi peluang pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental usaha kuat.
“Bank Mega Syariah melihat penguatan dolar AS sebagai salah satu dinamika global yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi. Kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih tetap terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan,” kata Guritno dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Menurut perseroan, penguatan dolar AS berpotensi memengaruhi biaya usaha, arus kas, hingga kebutuhan modal kerja pelaku usaha. Meski demikian, aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak dan kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor strategis masih membuka ruang pertumbuhan yang menjanjikan.
Karena itu, Bank Mega Syariah tetap fokus mendorong pembiayaan pada sektor-sektor yang dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi global.