BSI Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas, Solusi Baru Hadapi 30 Juta Ton Sampah Indonesia
Tim langit 7
Jum'at, 19 Juni 2026 - 17:25 WIB
BSI Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas, Solusi Baru Hadapi 30 Juta Ton Sampah Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai kini bisa berubah menjadi aset investasi. Melalui program Green Zakat, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menghadirkan skema pengelolaan sampah yang memungkinkan masyarakat mengonversi sampah anorganik menjadi saldo tabungan BSI Emas.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat peran keuangan syariah dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan. Dengan mengusung konsep ekonomi sirkular, BSI tidak hanya memberdayakan mustahik, tetapi juga mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pengurangan sampah.
Melalui kios daur ulang yang disediakan, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas. Setelah nilai sampah yang terkumpul mencapai minimal Rp55 ribu, masyarakat akan menerima saldo dalam bentuk rekening emas.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menegaskan bahwa inovasi pengelolaan zakat memiliki peran penting dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
"Zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. BSI meyakini pengelolaan zakat yang inovatif dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Program Waste Management BSI memanfaatkan dana zakat untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. Sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja daur ulang yang memiliki nilai jual.
Model pemberdayaan tersebut membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi para mustahik. BSI menilai pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat peran keuangan syariah dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan. Dengan mengusung konsep ekonomi sirkular, BSI tidak hanya memberdayakan mustahik, tetapi juga mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pengurangan sampah.
Melalui kios daur ulang yang disediakan, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas. Setelah nilai sampah yang terkumpul mencapai minimal Rp55 ribu, masyarakat akan menerima saldo dalam bentuk rekening emas.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menegaskan bahwa inovasi pengelolaan zakat memiliki peran penting dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
"Zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. BSI meyakini pengelolaan zakat yang inovatif dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Program Waste Management BSI memanfaatkan dana zakat untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. Sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja daur ulang yang memiliki nilai jual.
Model pemberdayaan tersebut membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi para mustahik. BSI menilai pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat.