LANGIT7.ID-, Teheran -
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan akan bertolak ke New York,
Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang untuk menghadiri
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Nantinya Pezeshkian akan berpidato di hadapan Majelis Umum PBB dan memaparkan sikap Iran terkait perkembangan situasi internasional, khususnya mengenai perang agresi AS-Israel terhadap
Iran.
Selain itu, Presiden Iran juga akan mengadakan pertemuan dan konsultasi dengan para pemimpin dari sejumlah negara di sela-sela pertemuan PBB tersebut. Ia akan didampingi oleh delegasi tingkat tinggi, selama kunjungan tersebut. Dilansir dari media pemerintah Iran, Tasnim, Senin (21/9/2026).
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB ini diselenggarakan dengan mengusung tema "Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: Perserikatan Bangsa-Bangsa yang Memberikan Hasil bagi Semua."
Baca juga: Di Tengah Konflik, Amerika Izinkan Delegasi Iran Hadiri Pertemuan PBB di New YorkDebat umum tingkat tinggi dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September di New York, yang mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas berbagai tantangan internasional utama.
Agenda sidang juga mencakup pertemuan tingkat tinggi mengenai aksi iklim, pembangunan, kenaikan permukaan laut, kesiapsiagaan menghadapi pandemi, serta isu-isu global lainnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberikan visa kepada para pejabat Iran agar mereka dapat menghadiri
Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Keputusan AS ini menjadi sorotan, mengingat terjadi di tengah konflik antara kedua negara yang kini telah memasuki bulan ketujuh.
Baca juga: AS-Israel-Arab Gelar Pertemuan Rahasia di Jerman, Demi Mendapat Lampu Hijau untuk Serang IranDilansir BBC, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi keputusan tersebut pada hari Kamis (17/9). Dia juga menyatakan bahwa delegasi itu akan dikenai pembatasan perjalanan dan dilarang membeli produk-produk Amerika tertentu.
"Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
Untuk delegasi inti dari Iran yang diizinkan hadir yakni Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Langkah ini diambil di saat konflik tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, sejak pecah pada bulan Februari 2026 lalu. (*/lsi/tasnimnews/bbc)
(lsi)