Menag Ungkap Potensi Besar Zakat dan Wakaf untuk Pendidikan, Bisa Jadi Kekuatan Masa Depan Indonesia
Tim langit 7
Kamis, 25 Juni 2026 - 11:21 WIB
(Dok: Kementerian Agama)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa zakat, wakaf, dan berbagai instrumen filantropi Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Menag, Indonesia memiliki modal sosial dan keagamaan yang sangat besar untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis filantropi Islam. Potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, pengelolaan zakat, wakaf, dan berbagai instrumen filantropi Islam perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan," ujar Menag saat membuka Mudzakarah Istiqlal bertema “Wakaf Pendidikan Global Berbasis Masjid: Membangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan untuk Peradaban Dunia” di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutipKamis (25/6/2026).
Ia menilai pendidikan merupakan investasi strategis yang menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, dukungan terhadap sektor pendidikan perlu diperkuat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
"Investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masa depan masyarakat dan bangsa. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa berbagai sumber daya yang kita miliki dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan," katanya.
Menag menegaskan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai kemanusiaan, dan membangun peradaban yang berkelanjutan.
"Pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan kemanusiaan," ujarnya.
Menurut Menag, Indonesia memiliki modal sosial dan keagamaan yang sangat besar untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis filantropi Islam. Potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, pengelolaan zakat, wakaf, dan berbagai instrumen filantropi Islam perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan," ujar Menag saat membuka Mudzakarah Istiqlal bertema “Wakaf Pendidikan Global Berbasis Masjid: Membangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan untuk Peradaban Dunia” di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutipKamis (25/6/2026).
Ia menilai pendidikan merupakan investasi strategis yang menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, dukungan terhadap sektor pendidikan perlu diperkuat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
"Investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masa depan masyarakat dan bangsa. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa berbagai sumber daya yang kita miliki dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan," katanya.
Menag menegaskan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai kemanusiaan, dan membangun peradaban yang berkelanjutan.
"Pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan kemanusiaan," ujarnya.