Prudential Syariah Beberkan Kisah Nasabah dengan Tagihan Rp 200 Juta, Ini yang Menyelamatkan Keuangan Keluarganya
Tim langit 7
Kamis, 25 Juni 2026 - 15:53 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta;Tagihan rumah sakit yang menembus lebih dari Rp 200 juta biasanya menjadi ancaman serius bagi keuangan keluarga. Namun kondisi berbeda dialami Joko Mulyono yang tetap mampu mempertahankan tabungannya meski harus menjalani serangkaian tindakan medis dalam beberapa tahun terakhir.
"Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya," ujar Joko dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Beban biaya tersebut berasal dari sejumlah layanan kesehatan yang harus dijalaninya. Risiko kesehatan pertama muncul saat ia mengalami keluhan pada punggung yang tidak kunjung membaik. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan tindakan operasi dan rawat inap dengan tagihan hampir Rp 50 juta.
"Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," ujar Joko.
Perjalanan pengobatannya belum berhenti sampai di situ. Beberapa waktu kemudian ditemukan kelainan pada usus yang mengharuskannya menjalani prosedur kolonoskopi dengan biaya sekitar Rp 78 juta.
Empat tahun setelahnya, Joko kembali masuk ruang operasi akibat masalah pembuluh darah. Ia menjalani tindakan EVLA dengan biaya mencapai Rp 102 juta.
Akumulasi ketiga tindakan medis tersebut membuat total tagihan kesehatan yang dihadapinya menembus lebih dari Rp 200 juta. Meski demikian, kondisi keuangan keluarganya tetap terjaga.
"Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya," ujar Joko dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Beban biaya tersebut berasal dari sejumlah layanan kesehatan yang harus dijalaninya. Risiko kesehatan pertama muncul saat ia mengalami keluhan pada punggung yang tidak kunjung membaik. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan tindakan operasi dan rawat inap dengan tagihan hampir Rp 50 juta.
"Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," ujar Joko.
Perjalanan pengobatannya belum berhenti sampai di situ. Beberapa waktu kemudian ditemukan kelainan pada usus yang mengharuskannya menjalani prosedur kolonoskopi dengan biaya sekitar Rp 78 juta.
Empat tahun setelahnya, Joko kembali masuk ruang operasi akibat masalah pembuluh darah. Ia menjalani tindakan EVLA dengan biaya mencapai Rp 102 juta.
Akumulasi ketiga tindakan medis tersebut membuat total tagihan kesehatan yang dihadapinya menembus lebih dari Rp 200 juta. Meski demikian, kondisi keuangan keluarganya tetap terjaga.