LANGIT7.ID-Jakarta; Tagihan rumah sakit yang menembus lebih dari Rp 200 juta biasanya menjadi ancaman serius bagi keuangan keluarga. Namun kondisi berbeda dialami Joko Mulyono yang tetap mampu mempertahankan tabungannya meski harus menjalani serangkaian tindakan medis dalam beberapa tahun terakhir.
"Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya," ujar Joko dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Beban biaya tersebut berasal dari sejumlah layanan kesehatan yang harus dijalaninya. Risiko kesehatan pertama muncul saat ia mengalami keluhan pada punggung yang tidak kunjung membaik. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan tindakan operasi dan rawat inap dengan tagihan hampir Rp 50 juta.
"Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," ujar Joko.
Perjalanan pengobatannya belum berhenti sampai di situ. Beberapa waktu kemudian ditemukan kelainan pada usus yang mengharuskannya menjalani prosedur kolonoskopi dengan biaya sekitar Rp 78 juta.
Empat tahun setelahnya, Joko kembali masuk ruang operasi akibat masalah pembuluh darah. Ia menjalani tindakan EVLA dengan biaya mencapai Rp 102 juta.
Akumulasi ketiga tindakan medis tersebut membuat total tagihan kesehatan yang dihadapinya menembus lebih dari Rp 200 juta. Meski demikian, kondisi keuangan keluarganya tetap terjaga.
Joko mengaku awalnya tidak memahami pentingnya asuransi syariah. Ia membeli proteksi kesehatan setelah ditawari oleh seorang teman yang berprofesi sebagai tenaga pemasar.
"Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang, yang ternyata punya dampak yang mengubah hidup saya. Keputusan penting itulah yang akhirnya menyelamatkan keuangan keluarga saya," kata Joko.
Ia pun bersyukur keputusan tersebut memberikan perlindungan ketika risiko kesehatan datang berturut-turut.
"Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan proteksi kesehatan dengan Prudential Syariah dapat mengamankan finansial keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara yang penuh keberkahan," ujarnya.
Di sisi lain, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, melaporkan bahwa sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp 8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta nasabah.
Menurut Vivin, capaian tersebut menjadi bukti perlindungan dan dukungan finansial yang diberikan kepada keluarga Indonesia saat menghadapi berbagai risiko kehidupan.
"Risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Maka kami akan semakin menguatkan komitmen sebagai 'Satu yang Melindungi', untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan," kata Vivin.
"Kami terus berkomitmen untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah," ujarnya.
Didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, Prudential Syariah menyatakan terus hadir sebagai Satu yang Melindungi di berbagai tahap kehidupan dan momen yang tidak terduga.
(lam)