JK: Kekuatan Umat Islam Tak Akan Maksimal Jika Hanya Bertumpu pada Agama
Tim langit 7
Kamis, 25 Juni 2026 - 16:00 WIB
JK: Kekuatan Umat Islam Tak Akan Maksimal Jika Hanya Bertumpu pada Agama
LANGIT7.ID-Jakarta;Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2014–2019, H M Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa kekuatan umat Islam di masa depan tidak akan pernah maksimal apabila hanya bertumpu pada aspek keagamaan semata.
Menurut JK, kemajuan umat membutuhkan fondasi yang lebih luas, terutama dalam penguasaan teknologi dan penguatan ekonomi. Ia menilai ekonomi yang kuat menjadi penopang penting bagi keberlangsungan dakwah maupun aktivitas sosial masyarakat.
“Kekuatan kita tidak akan maksimal jika hanya bertumpu pada aspek agama saja tanpa kemajuan teknologi dan ekonomi. Ekonomi yang kuat adalah fondasi bagi keberlangsungan dakwah dan sosial. Kita harus belajar dari model pendidikan yang mampu menyandingkan agama dengan kemajuan sains," ujar Jusuf Kalla dilansir dari situs MUI, dikutip Kamis (25/6/2026).
JK juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi yang matang dan semangat kewirausahaan menjadi faktor penting dalam membangun kemajuan suatu negara maupun peradaban. Tanpa kedua hal tersebut, menurutnya, akan sulit mencapai kemajuan yang nyata sekaligus memiliki daya saing di tingkat global.
Pandangan tersebut disampaikan JK saat memberikan sesi keynote address dalam International Seminar and The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA) di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (23/06/2026).
Dalam kesempatan itu, JK turut mengajak para pemimpin perguruan tinggi Islam untuk memaknai kembali filosofi doa yang akrab di kalangan umat Islam, yakni “Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah” (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat).
Menurutnya, doa tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk upaya nyata mengejar kebaikan dan kebahagiaan dunia melalui inovasi, pengembangan sains, serta kemajuan ekonomi. Kebaikan di dunia, kata JK, menjadi modal penting untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.
Menurut JK, kemajuan umat membutuhkan fondasi yang lebih luas, terutama dalam penguasaan teknologi dan penguatan ekonomi. Ia menilai ekonomi yang kuat menjadi penopang penting bagi keberlangsungan dakwah maupun aktivitas sosial masyarakat.
“Kekuatan kita tidak akan maksimal jika hanya bertumpu pada aspek agama saja tanpa kemajuan teknologi dan ekonomi. Ekonomi yang kuat adalah fondasi bagi keberlangsungan dakwah dan sosial. Kita harus belajar dari model pendidikan yang mampu menyandingkan agama dengan kemajuan sains," ujar Jusuf Kalla dilansir dari situs MUI, dikutip Kamis (25/6/2026).
JK juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi yang matang dan semangat kewirausahaan menjadi faktor penting dalam membangun kemajuan suatu negara maupun peradaban. Tanpa kedua hal tersebut, menurutnya, akan sulit mencapai kemajuan yang nyata sekaligus memiliki daya saing di tingkat global.
Pandangan tersebut disampaikan JK saat memberikan sesi keynote address dalam International Seminar and The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA) di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (23/06/2026).
Dalam kesempatan itu, JK turut mengajak para pemimpin perguruan tinggi Islam untuk memaknai kembali filosofi doa yang akrab di kalangan umat Islam, yakni “Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah” (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat).
Menurutnya, doa tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk upaya nyata mengejar kebaikan dan kebahagiaan dunia melalui inovasi, pengembangan sains, serta kemajuan ekonomi. Kebaikan di dunia, kata JK, menjadi modal penting untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.