LANGIT7.ID-London; Nilai Liverpool di bawah kepemilikan FSG melonjak pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kini, klub tersebut menduduki peringkat keempat sebagai klub paling berharga di dunia, hanya berada di bawah tiga rival lainnya.
Liverpool berada di persimpangan jalan menuju era baru yang potensial, karena Fenway Sports Group (FSG) berniat menjual sebagian besar saham minoritas klub kepada investor baru. Dalam sebulan terakhir, muncul kabar mengenai pembicaraan kesepakatan, di mana konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha asal Inggris, Amit Bhatia, dan didukung oleh dinasti baja keluarga Mittal dari India, berupaya keras untuk mendapatkan saham tersebut.
Seiring waktu, konsorsium ini semakin bertambah besar. Pendiri Amazon sekaligus orang terkaya keempat di dunia, Jeff Bezos, bergabung dalam kelompok tersebut untuk pertama kalinya terjun ke dunia investasi olahraga. Ia juga ditemani oleh investor ternama lainnya, Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook yang juga memiliki kekayaan miliaran dolar.
Kelompok investor ini kini hampir mencapai kesepakatan untuk menguasai sekitar sepertiga saham Liverpool dari FSG. Jumlah tersebut memang tidak cukup untuk kepemilikan mayoritas, tetapi setidaknya memberi mereka titik awal. Titik awal itu diyakini sebagai langkah persiapan untuk mengambil alih sepenuhnya di tahun-tahun mendatang, karena laporan menyebutkan bahwa konsorsium pimpinan Bhatia tengah mempertimbangkan langkah untuk membeli seluruh saham FSG di masa depan.
Namun untuk saat ini, kesepakatan tetap berada di kisaran 30 persen saham, dengan total investasi yang disiapkan kelompok ini hampir mencapai Rp31 triliun.
Jumlah tersebut sangat signifikan dan menempatkan nilai Liverpool pada angka Rp93 triliun, yang tidak jauh berbeda dengan perkiraan nilai sebenarnya menurut panduan valuasi Forbes. Forbes memperkirakan Liverpool bernilai Rp96,1 triliun, perhitungan terakhir dilakukan pada Mei 2026. Angka ini juga tidak jauh berbeda dengan penilaian yang tampaknya disepakati oleh konsorsium dan FSG dalam kesepakatan ini.
Dengan nilai itu, The Reds menjadi klub termahal keempat di sepak bola dunia, hanya kalah dari Manchester United, Barcelona, dan Real Madrid. Ini merupakan lonjakan besar dibandingkan dengan sekitar Rp6,2 triliun yang dikeluarkan FSG untuk membeli Liverpool dari Hicks dan Gillett pada tahun 2010. Kenaikan ini tidak hanya menunjukkan sejauh mana para pemilik membawa klub dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga mencerminkan meningkatnya nilai klub sepak bola dan arus uang dalam olahraga ini.
Alasan investasi dari konsorsium pada tahap ini masih belum jelas, karena tampaknya klub-klub mulai mencapai batas atas dalam hal valuasi dan pendapatan yang tersedia bagi mereka yang berada di puncak. Salah satu cara utama untuk mengubah hal ini adalah melalui peningkatan pendapatan. Liverpool sendiri berhasil mengumpulkan Rp14,12 triliun dalam laporan keuangan terbaru. Namun, ada kesan bahwa masih ada inefisiensi dalam sistem ini jika dibandingkan dengan valuasi waralaba olahraga di Amerika.
Beberapa pihak menilai area seperti penjualan tiket masih di bawah harga pasar, meskipun langkah menaikkan harga tiket di Inggris pasti akan memicu banyak kontroversi.
Apa yang akan terjadi selanjutnya bagi Liverpool, FSG, dan para investor baru masih belum jelas. Namun, apapun yang terjadi, tampaknya langkah ini terus bergerak maju dengan nilai valuasi yang sangat besar bagi klub tersebut.(*/saf/liverpool)
(lam)