UIN Bandung Luncurkan S2 Psikologi, Kemenag Dorong Lahirnya Solusi untuk Krisis Mental Masyarakat
Tim langit 7
Kamis, 09 Juli 2026 - 14:27 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin. (Dok: Kemenag)
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung meluncurkan Program Studi Magister (S2) Psikologi pada Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi. Momentum ini semakin istimewa karena Fakultas Psikologi UIN Bandung juga berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT.
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengingatkan agar pencapaian formal ini segera diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata masyarakat. "Bagi saya, yang tidak kalah penting dari Akreditasi Unggul adalah bagaimana Fakultas Psikologi memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” terang Kamaruddin Amin dalam keterangannya,dikutip Kamis(9/7/2026).
“Ruang aktualisasi psikologi sangat luas, mulai dari layanan konseling, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan karakter bangsa, tantangan kita adalah bagaimana ilmu yang kita miliki bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang impactful dalam membentuk karakter dan budaya masyarakat," tambahnya.
Menurutnya, di tengah tantangan sosial yang sudah menglobal dan melanda beban mental masyarakat saat ini, institusi pendidikan tinggi Islam didorong melahirkan ahli psikologi yang mampu menghadiran solusi atas masalah sosial dan masuk ke ranah pelayanan publik, bukan sekadar unggul secara akademik.
"Psikologi harus mengambil peran penting dalam membangun karakter bangsa. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, psikologi memiliki ruang yang sangat luas untuk menghadirkan solusi bagi persoalan keluarga, pendidikan, kehidupan beragama, hingga pelayanan publik," ujarnya.
Kamaruddin menyoroti pentingnya integrasi nilai keagamaan dalam ilmu psikologi keislaman untuk menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan psikologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki posisi strategis karena menyentuh kedalaman manusia yang kompleks.
"Dalam perspektif Islam, manusia memiliki dimensi jasmani, rohani, dan nafs. Karena itu, ilmu psikologi memiliki peran yang sangat penting, terlebih di tengah perubahan global yang menghadirkan berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan keagamaan. Psikologi semakin relevan untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan kehidupan," jelas Kamaruddin.
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengingatkan agar pencapaian formal ini segera diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata masyarakat. "Bagi saya, yang tidak kalah penting dari Akreditasi Unggul adalah bagaimana Fakultas Psikologi memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” terang Kamaruddin Amin dalam keterangannya,dikutip Kamis(9/7/2026).
“Ruang aktualisasi psikologi sangat luas, mulai dari layanan konseling, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan karakter bangsa, tantangan kita adalah bagaimana ilmu yang kita miliki bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang impactful dalam membentuk karakter dan budaya masyarakat," tambahnya.
Menurutnya, di tengah tantangan sosial yang sudah menglobal dan melanda beban mental masyarakat saat ini, institusi pendidikan tinggi Islam didorong melahirkan ahli psikologi yang mampu menghadiran solusi atas masalah sosial dan masuk ke ranah pelayanan publik, bukan sekadar unggul secara akademik.
"Psikologi harus mengambil peran penting dalam membangun karakter bangsa. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, psikologi memiliki ruang yang sangat luas untuk menghadirkan solusi bagi persoalan keluarga, pendidikan, kehidupan beragama, hingga pelayanan publik," ujarnya.
Kamaruddin menyoroti pentingnya integrasi nilai keagamaan dalam ilmu psikologi keislaman untuk menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan psikologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki posisi strategis karena menyentuh kedalaman manusia yang kompleks.
"Dalam perspektif Islam, manusia memiliki dimensi jasmani, rohani, dan nafs. Karena itu, ilmu psikologi memiliki peran yang sangat penting, terlebih di tengah perubahan global yang menghadirkan berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan keagamaan. Psikologi semakin relevan untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan kehidupan," jelas Kamaruddin.