home masjid

BKPRMI Minta Pemuda Masjid Bentengi Generasi Muda dari Bahaya LGBTQ

Kamis, 09 Juli 2026 - 18:04 WIB
BKPRMI Minta Pemuda Masjid Bentengi Generasi Muda dari Bahaya LGBTQ. Foto: Pexels
Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) menyatakan dukungan penuh terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025-2029.

Regulasi strategis ini dinilai menjadi pedoman yang sangat dinantikan oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kebijakan pertahanan negara menghadapi tantangan multi-dimensi.

Baca juga: Presiden Prabowo dan Ancaman Non-Militer LGBT bagi Masa Depan Bangsa

"Sebagai organisasi yang berbasis di Masjid Istiqlal Jakarta, BKPRMI berkomitmen penuh untuk memosisikan remaja masjid sebagai garda terdepan sekaligus agen persatuan yang menjalankan fungsi kontrol sosial di masyarakat. Termasuk membentengi generasi muda dari bahaya LGBTQ," kata Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok dalam keterangan yang diterima Langit7,Kamis (9/7/2026).

Di samping itu, penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan karakter anak muda menjadi benteng pertahanan pertama yang harus diperkokoh secara komprehensif. "Ikhtiar ini akan terus digerakkan secara masif oleh BKPRMI sebagai kontribusi nyata pembinaan pemuda yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan," ujarnya.

Melalui dokumen kebijakan tersebut, pemerintah memetakan tantangan strategis ke dalam tiga kategori utama, yakni ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida. BKPRMI memberikan apresiasi khusus terhadap kepekaan pemerintah yang memasukkan indikator ancaman nonmiliter secara gamblang, mulai dari maraknya judi online, serangan siber, penyalahgunaan narkoba, perdagangan orang, radikalisme, hingga penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ).

"Masuknya isu-isu sosial tersebut dinilai memperlihatkan pentingnya kewaspadaan nasional terhadap degradasi moral, ideologi, dan budaya yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia Indonesia," ujar Nanang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya