Kisah Lemah Lembut Rasulullah Memberi Makan Pengemis Yahudi Buta yang Membencinya
Muhajirin
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:29 WIB
ilustrasi pengemis buta (foto: wikimedia)
etiap detik perjalanan Rasulullah SAW adalah keteladanan. Setiap sisi kehidupan beliau selalu menjadi inspirasi untuk umat manusia. Hal ini dipertegas oleh Allah dalam Al Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (ketenangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.”
Pernah suatu ketika di sudut Madinah seorang pengemis yahudi selalu menghina Baginda Nabi Muhammad SAW. Tiap kali ada orang yang mendekat, ia selalu mengatakan, “wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinhya.”
Tiada hari baginya tanpa mencela Rasulullah. Kejadian terus berlangsung di pojok Pasar Madinah. Namun hal berbeda ditunjukkan oleh Baginda Nabi. Ia menunjukkan keteladanan kepada umat manusia. Setiap pagi beliau mendatangi pengemis itu sembari membawa makanan.
Baca Juga:Meski Berperang, Sejatinya Rasulullah Sebarkan Islam ke Penjuru Dunia dengan Perdamaian
Pengemis itu terus mencela, namun baginda nabi tanpa sepatah kata pun menyuapi pengemis itu dengan lembut. Beliau melakukan itu sampai beliau menjelang wafat. Setelah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis yahudi tersebut.
Suatu hari, Abu Aba Bakar berkunjung ke rumah Aisyah RA. Beliau bertanya, “Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (ketenangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.”
Pernah suatu ketika di sudut Madinah seorang pengemis yahudi selalu menghina Baginda Nabi Muhammad SAW. Tiap kali ada orang yang mendekat, ia selalu mengatakan, “wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinhya.”
Tiada hari baginya tanpa mencela Rasulullah. Kejadian terus berlangsung di pojok Pasar Madinah. Namun hal berbeda ditunjukkan oleh Baginda Nabi. Ia menunjukkan keteladanan kepada umat manusia. Setiap pagi beliau mendatangi pengemis itu sembari membawa makanan.
Baca Juga:Meski Berperang, Sejatinya Rasulullah Sebarkan Islam ke Penjuru Dunia dengan Perdamaian
Pengemis itu terus mencela, namun baginda nabi tanpa sepatah kata pun menyuapi pengemis itu dengan lembut. Beliau melakukan itu sampai beliau menjelang wafat. Setelah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis yahudi tersebut.
Suatu hari, Abu Aba Bakar berkunjung ke rumah Aisyah RA. Beliau bertanya, “Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”