Seruan Balas Dendam Menggema di Pemakaman Ali Khamenei, Para Pelayat Incar Nyawa Trump
Lusi mahgriefie
Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:58 WIB
sumber: NBC News
Proses pemakaman Ayatollah Ali Khamenei telah selesai. Mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu dimakamkan di tempat kelahirannya, Mashhad,Iran. Para pelayat yang berada di lokasi tampak meluapkan emosi mereka sambil melontarkan seruan revolusioner.
Para pelayat yang mengenakan pakaian hitam berdesak-desakan di belakang, melambaikan bendera Iran, foto-foto almarhum Khamenei, dan plakat merah dengan slogan-slogan revolusioner.
Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump atas perannya dalam pembunuhan tersebut.
"Demi darah Pemimpin Tertinggi, Trump, kami akan membunuhmu," teriak mereka. Sementara para perempuan mengangkat poster bertuliskan "Bunuh Trump". Sebagaimana melansir AlJazeera, Sabtu( 11/7/2026).
Mengutip Mehr News, bahkan ada poster sayembara hadir di tengah kerumunan para pelayat. Pada poster tersebut terpajang wajah Trump dan diiringi tulisan yang intinya siapapun yang bisa targetkan Donald Trump akan langsung mendapat hadiah sekira Rp180 miliar, dan ini belum termasuk hadiag-hadiah lainnya.
Sementara itu, pada tahap akhir prosesi pemakaman, kerumunan massa begitu padat sehingga truk pengangkut jenazah Khamenei tidak dapat melintas. Akibatnya, peti jenazah Khamenei dibawa menggunakan helikopter ke kompleks makam Imam Reza, tempat ia berwasiat untuk dimakamkan.
Beberapa jam sebelum pemakaman Khamenei, sejumlah ledakan terdengar di wilayah sekitar Bushehr, lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, dan kota Choghadak yang terletak di dekatnya. Dmikian dilaporkan Kantor Berita Mehr. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tiga ledakan lainnya terdengar di kota Konarak, wilayah selatan.
Para pelayat yang mengenakan pakaian hitam berdesak-desakan di belakang, melambaikan bendera Iran, foto-foto almarhum Khamenei, dan plakat merah dengan slogan-slogan revolusioner.
Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump atas perannya dalam pembunuhan tersebut.
"Demi darah Pemimpin Tertinggi, Trump, kami akan membunuhmu," teriak mereka. Sementara para perempuan mengangkat poster bertuliskan "Bunuh Trump". Sebagaimana melansir AlJazeera, Sabtu( 11/7/2026).
Mengutip Mehr News, bahkan ada poster sayembara hadir di tengah kerumunan para pelayat. Pada poster tersebut terpajang wajah Trump dan diiringi tulisan yang intinya siapapun yang bisa targetkan Donald Trump akan langsung mendapat hadiah sekira Rp180 miliar, dan ini belum termasuk hadiag-hadiah lainnya.
Sementara itu, pada tahap akhir prosesi pemakaman, kerumunan massa begitu padat sehingga truk pengangkut jenazah Khamenei tidak dapat melintas. Akibatnya, peti jenazah Khamenei dibawa menggunakan helikopter ke kompleks makam Imam Reza, tempat ia berwasiat untuk dimakamkan.
Beberapa jam sebelum pemakaman Khamenei, sejumlah ledakan terdengar di wilayah sekitar Bushehr, lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, dan kota Choghadak yang terletak di dekatnya. Dmikian dilaporkan Kantor Berita Mehr. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tiga ledakan lainnya terdengar di kota Konarak, wilayah selatan.