Iran Umumkan Telah Menembak Jatuh Drone MQ-1 Milik AS di Kawasan Selat Hormuz
Lusi mahgriefie
Selasa, 14 Juli 2026 - 13:48 WIB
Iran Umumkan Telah Menembak Jatuh Drone MQ-1 Milik AS di Kawasan Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyampaikan bahwa pihaknya telah menjatuhkan pesawat nirawak atau drone di kawasan Selat Hormuz.
Demikian dilaporkan dilaporkan oleh penyiar negara Iran, IRIB, mengutip Anadolu, Selasa (14/7/2026).
Menurut pernyataan IRGC yang dirilis pada Senin (13/7) malam, waktu setempat, drone MQ-1 AS tersebut dihancurkan oleh system pertahanan Udara canggih milik Pasukan Dirgantara IRGC yang breoperasi di bawah kendali jaringan pertahanan Udara terpadu Iran.
Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, kantor berita negara Iran melaporkan adanya ledakan di kota Konarak di wilayah tenggara dan di kota pelabuhan Bandar Abbas di wilayah selatan.
Baca juga:Klaim Palsu Amerika Soal Selat Hormuz Terkuak, Iran Tegaskan AS Melanggar MoU
Perkembangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengambil alih kendali operasi di Selat Hormuz, dan mengharapkan negara-negara lain membayar AS atas perlindungan terhadap jalur perairan strategis tersebut.
Demikian dilaporkan dilaporkan oleh penyiar negara Iran, IRIB, mengutip Anadolu, Selasa (14/7/2026).
Menurut pernyataan IRGC yang dirilis pada Senin (13/7) malam, waktu setempat, drone MQ-1 AS tersebut dihancurkan oleh system pertahanan Udara canggih milik Pasukan Dirgantara IRGC yang breoperasi di bawah kendali jaringan pertahanan Udara terpadu Iran.
Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, kantor berita negara Iran melaporkan adanya ledakan di kota Konarak di wilayah tenggara dan di kota pelabuhan Bandar Abbas di wilayah selatan.
Baca juga:Klaim Palsu Amerika Soal Selat Hormuz Terkuak, Iran Tegaskan AS Melanggar MoU
Perkembangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengambil alih kendali operasi di Selat Hormuz, dan mengharapkan negara-negara lain membayar AS atas perlindungan terhadap jalur perairan strategis tersebut.