Pemerintah Norwegia Larang Siswa SD Gunakan AI, Utamakan Lebih Banyak Buku di Kelas
Lusi mahgriefie
Jum'at, 17 Juli 2026 - 17:07 WIB
Foto: ist
Pemerintah Norwegia dikabarkan melarang penggunaan perangkat kecerdasan buatan (AI) generatif oleh siswa sekolah dasar (SD) mulai musim gugur ini.
Seorang pejabatNorwegia, mengutip The Manila Times, Jumat (17/7/2026), mengatakan mereka akan mengusulkan peningkatan signifikan dalam pendanaan untuk penggunaan lebih banyak buku di ruang kelas, alih-alih tablet komputer.
Laporan tersebut mengutip pernyataan Perdana Menteri Jonas Gahr Støre, "Ketergantungan berlebihan pada AI berisiko menghambat pengembangan keterampilan-keterampilan penting. Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung."
Perkembangan ini terjadi dua bulan setelah para pemimpin pemerintah Norwegia mengumumkan niat mereka, untuk mengesahkan undang-undang yang menetapkan usia 16 tahun sebagai batas usia minimum untuk memiliki akun media sosial.
Baca juga:Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Seperti diketahui, pada Desember 2025, Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
"Menghadapi penurunan nilai ujian pendidikan secara luas, pemerintah (Australia) pada tahun 2024 melarang penggunaan ponsel pintar di sekolah dan mengembalikan wewenang lebih besar kepada guru untuk menegakkan disiplin di dalam kelas," demikian laporan Reuters.
Seorang pejabatNorwegia, mengutip The Manila Times, Jumat (17/7/2026), mengatakan mereka akan mengusulkan peningkatan signifikan dalam pendanaan untuk penggunaan lebih banyak buku di ruang kelas, alih-alih tablet komputer.
Laporan tersebut mengutip pernyataan Perdana Menteri Jonas Gahr Støre, "Ketergantungan berlebihan pada AI berisiko menghambat pengembangan keterampilan-keterampilan penting. Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung."
Perkembangan ini terjadi dua bulan setelah para pemimpin pemerintah Norwegia mengumumkan niat mereka, untuk mengesahkan undang-undang yang menetapkan usia 16 tahun sebagai batas usia minimum untuk memiliki akun media sosial.
Baca juga:Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Seperti diketahui, pada Desember 2025, Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
"Menghadapi penurunan nilai ujian pendidikan secara luas, pemerintah (Australia) pada tahun 2024 melarang penggunaan ponsel pintar di sekolah dan mengembalikan wewenang lebih besar kepada guru untuk menegakkan disiplin di dalam kelas," demikian laporan Reuters.