home global news

Muktamar Jombang, NU Siap Bawa Islam Nusantara ke Panggung Dunia

Ahad, 19 Juli 2026 - 09:50 WIB
pakar Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Robi Nurhadi. Foto: Dok Pribadi.
Nahdlatul Ulama (NU) tengah bersiap menggelar agenda lima tahunan Muktamar ke-35 di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus mendatang. Di balik rutinitas organisatorisnya, Muktamar kali ini diyakini menandai pergeseran historis yang signifikan.

Organisasi ini tidak lagi sekadar berbicara dalam ruang lingkup domestik Indonesia, melainkan mulai memosisikan diri sebagai penentu arah masa depan peradaban umat manusia. Hal tersebut ditegaskan oleh pakar Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Robi Nurhadi.

Menurutnya, ketika dunia saat ini dirundung keretakan akibat konflik geopolitik seperti ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran hingga perang Rusia-Ukraina, krisis iklim, disinformasi, serta krisis kemanusiaan global, kehadiran narasi Islam yang damai menjadi sangat krusial.

"Sejak berdiri pada tahun 1926, kiprah organisasi ini dinilai telah berhasil menjalankan peran utamanya dalam menjaga agama, bangsa, serta tradisi Islam moderat di Indonesia melalui konsolidasi internal, jalur pendidikan pesantren, dan penguatan aspek kebangsaan," ujar Robi kepada Langit7.id, Ahad (19/7/2026).

Namun memasuki era modern saat ini, lanjut Robi, realitas tantangan dunia tidak lagi dapat dibatasi oleh sekat-sekat geografis negara. Fenomena seperti bencana alam di Cina dan Pakistan, kebakaran hutan di Turki, krisis pengungsi di Gaza dan Sudan, hoaks bernuansa agama di media sosial, hingga perdebatan etika kecerdasan buatan merupakan masalah lintas batas yang juga berdampak langsung pada umat Islam.

Dalam perspektif Hubungan Internasional, fenomena ini dikategorikan sebagai isu domestik yang sekaligus bersifat internasional. Pihak organisasi menyadari bahwa stabilitas Indonesia tidak dapat dirawat dengan baik jika lingkungan global di sekitarnya mengalami krisis hebat. "Momentum Muktamar inilah yang diproyeksikan menjadi titik balik transformasi narasi organisasi, dari persaudaraan kebangsaan naik kelas menuju persaudaraan kemanusiaan global," ujarnya.

Berdasarkan hasil diskusi pra-muktamar dan arahan dari jajaran pengurus pusat, terdapat tiga poros besar yang akan dirumuskan menjadi keputusan strategis pada Muktamar nanti. Poros pertama berkaitan dengan krisis iklim dan fiqh ekologi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya