Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Turki Bagi Kurikulum Jadi Enam Tingkatan
Ahmad zuhdi
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 18:35 WIB
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menerima pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, di Jakarta, Jumat (22/10). (Foto: Instagram/@bambang.soesatyo)
Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung keberadaan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan para penghafal Al-Quran, hafidz dan hafidzah. Berdiri sejak tahun 2005, Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah sudah memiliki 60 cabang yang tersebar di 15 provinsi dengan 4.500 lebih santri/peserta didik.
"Yayasan juga memiliki program beasiswa tahfidz Turki dan memudahkan para santri untuk belajar langsung tahfidz Quran di berbagai lembaga pendidikan di Turki. Beasiswa tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan," ujar Bamsoet dalam keterangannya usai menerima pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, di Jakarta, Jumat (22/10).
Baca juga:Bimas Islam: Kontribusi dan Pengorbanan Santri dalam Perjuangan Dirikan NKRI Tak Terhitung Nilainya
Ia menjelaskan, program kurikulum pendidikan di Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah terbagi menjadi enam tingkatan. Pertama, tingkat pra tahfidz yang mengajarkan qiraat, ilmu tajwid, tahsin, fiqih, sirah nabawiyyah, ilmu khat, bahasa arab dan bahasa Turki.
Kedua, tingkat tahfidz yang mulai menghafal 30 juz. Ketiga, tingkat ibtidai yang mengajarkan ilmu tajwid, hafalan hadits, aqidah, fiqih, tasawuf, dasar-dasar ilmu sharf dan nahwu, bahasa Turki dan bahasa Arab.
"Keempat, tingkat ihdzari yang mengajarkan fiqih, aqidah, tarikh, tasawuf, sharf dan nahwu II, hadits, tafsir, ilmu mantiq, dan bahasa Turki. Kelima, tingkat tahta takamul yang mengajarkan tafsir, sharf dan nahwu III, sastra bahasa Arab, ilmu mantiq, fiqih IV, dan mahzab. Keenam, tingkat takamul yang mengajarkan usul fiqih, hadist, usul tafsir, dan ilmu faraidh," ujarnya.
Baca juga:Menag di Hari Santri: Pesantren Punya Dua Modal Utama Hadapi Tantangan
"Yayasan juga memiliki program beasiswa tahfidz Turki dan memudahkan para santri untuk belajar langsung tahfidz Quran di berbagai lembaga pendidikan di Turki. Beasiswa tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan," ujar Bamsoet dalam keterangannya usai menerima pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, di Jakarta, Jumat (22/10).
Baca juga:Bimas Islam: Kontribusi dan Pengorbanan Santri dalam Perjuangan Dirikan NKRI Tak Terhitung Nilainya
Ia menjelaskan, program kurikulum pendidikan di Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah terbagi menjadi enam tingkatan. Pertama, tingkat pra tahfidz yang mengajarkan qiraat, ilmu tajwid, tahsin, fiqih, sirah nabawiyyah, ilmu khat, bahasa arab dan bahasa Turki.
Kedua, tingkat tahfidz yang mulai menghafal 30 juz. Ketiga, tingkat ibtidai yang mengajarkan ilmu tajwid, hafalan hadits, aqidah, fiqih, tasawuf, dasar-dasar ilmu sharf dan nahwu, bahasa Turki dan bahasa Arab.
"Keempat, tingkat ihdzari yang mengajarkan fiqih, aqidah, tarikh, tasawuf, sharf dan nahwu II, hadits, tafsir, ilmu mantiq, dan bahasa Turki. Kelima, tingkat tahta takamul yang mengajarkan tafsir, sharf dan nahwu III, sastra bahasa Arab, ilmu mantiq, fiqih IV, dan mahzab. Keenam, tingkat takamul yang mengajarkan usul fiqih, hadist, usul tafsir, dan ilmu faraidh," ujarnya.
Baca juga:Menag di Hari Santri: Pesantren Punya Dua Modal Utama Hadapi Tantangan