Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Bimas Islam: Kontribusi dan Pengorbanan Santri dalam Perjuangan Dirikan NKRI Tak Terhitung Nilainya

ahmad zuhdi Jum'at, 22 Oktober 2021 - 17:35 WIB
Bimas Islam: Kontribusi dan Pengorbanan Santri dalam Perjuangan Dirikan NKRI Tak Terhitung Nilainya
Peringatan Hari Santri di halaman kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (22/10). (Foto: Dok. Kemenag)
LANGIT7.ID, Jakarta - - Peringatan Hari Santri secara nasional merupakan pengakuan negara atas peran ulama, kiyai dan santri dalam perjuangan merintis, merebut dan mempertahankan kemerdekaan maupun dalam pembinaan bangsa. Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammad Fuad Nasar dalam momentum Hari Santri, Jumat (22/10).

"Dalam perjuangan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kaum santri dari berbagai daerah, suku dan golongan, memberikan andil dan pengorbanan yang tak ternilai," ujarnya.

Baca juga: Habib Salim: Islam, Ulama, dan Santri Perekat Persatuan di Tengah Kemajemukan

Dalam sejarah, lanjut dia, perjuangan bangsa tidak terhitung santri yang gugur dalam membela kehormatan Tanah Air karena panggilan jihad fi sabilillah di masa revolusi fisik. Kepeloporan santri pejuang terbentuk sejak dari generasi perintis dan pendiri republik yang berlangsung secara estafet, seperti Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Wahid Hasyim, K.H. Mas Mansur, K.H. Masjkur, K.H. Ahmad Soorkati, K.H. Abdul Halim, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain-lain. Juga para santri perempuan, seperti Nyai Ahmad Dahlan, Hj. Rahmah El Yunusiyyah dan lain-lain terpahat abadi jasa dan kepeloporannya dalam sejarah bangsa.

"Bahkan bapak pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara kalau ditelusuri sejarahnya juga memiliki kedekatan dengan dunia santri sehingga terinspirasi untuk mendirikan Taman Siswa," katanya.

Baca juga: Ada Banyak Santri di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo

"Di era sekarang ini, profil santri tentu mengalami transformasi sesuai zamannya. Saya mengamati dikotomi dan sekat sosial antara kaum Santri dan Abangan kini semakin cair dan membaur . Hal itu positif bagi dakwah dan persatuan umat serta integrasi bangsa," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Hari Santri adalah milik semua golongan umat dan bangsa Indonesia. Semangat memperingati Hari Santri Nasional mengingatkan kita semua tentang arti penting pembangunan karakter, akhlak dan kemandirian umat yang dijiwai nilai-nilai agama dan kesadaran nasional.

Baca juga: Paparkan Sejarah Hari Santri, Ketua DDII: Pesantren Didirikan untuk Lahirkan Pejuang

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)