Trump Buka Lagi Penerbangan Langsung AS-Lebanon Setelah Terhenti Puluhan Tahun
Tim langit 7
Rabu, 22 Juli 2026 - 06:19 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan yang membuka kembali penerbangan langsung maskapai AS ke Lebanon setelah layanan tersebut terhenti selama puluhan tahun.
Pengumuman itu disampaikan Trump pada Selasa melalui platform Truth Social usai bertemu Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Menurut Trump, Aoun telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam upaya mentransformasi negaranya.
"Setelah bertemu dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, yang telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mentransformasi negaranya, saya dengan ini mengarahkan pemerintahan saya untuk mengizinkan seluruh maskapai penerbangan Amerika Serikat terbang langsung ke Lebanon sehingga warga Amerika dapat dengan mudah mengunjungi negeri yang indah ini," tulis Trump.
Penerbangan langsung Amerika Serikat ke Lebanon sebelumnya dihentikan pada 1985 setelah sebuah pesawat TWA dibajak oleh kelompok militan Lebanon.
Dalam peristiwa tersebut, seorang penyelam Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dibunuh. Selain itu, puluhan warga negara Amerika juga disandera selama lebih dari dua pekan.
Pengumuman itu disampaikan Trump pada Selasa melalui platform Truth Social usai bertemu Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Menurut Trump, Aoun telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam upaya mentransformasi negaranya.
"Setelah bertemu dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, yang telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mentransformasi negaranya, saya dengan ini mengarahkan pemerintahan saya untuk mengizinkan seluruh maskapai penerbangan Amerika Serikat terbang langsung ke Lebanon sehingga warga Amerika dapat dengan mudah mengunjungi negeri yang indah ini," tulis Trump.
Penerbangan langsung Amerika Serikat ke Lebanon sebelumnya dihentikan pada 1985 setelah sebuah pesawat TWA dibajak oleh kelompok militan Lebanon.
Dalam peristiwa tersebut, seorang penyelam Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dibunuh. Selain itu, puluhan warga negara Amerika juga disandera selama lebih dari dua pekan.
(lam)