Ustaz Jeje: Benteng Kemurnian Islam Ada di Tangan Penghafal Hadis
Ahmad zuhdi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:06 WIB
Ustaz Jeje: Benteng Kemurnian Islam Ada di Tangan Penghafal Hadis
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin, menegaskan bahwa aktivitas dakwah tidak boleh sekadar dijadikan ajang mengejar popularitas, angka pengikut, atau jumlah penonton di media sosial. Menurutnya, orientasi utama dari dakwah adalah membangun jamaah terorganisasi yang konsisten bergerak dan taat pada ajaran agama.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Jeje saat membedah kitab I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbil 'Alamin karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Persatuan Islam Official. Ia merujuk pada Surah Yusuf ayat 108 untuk menekankan bahwa dakwah wajib berlandaskan bashirah atau kedalaman ilmu.
"Berdakwah secara individual tidaklah cukup, melainkan harus diwujudkan melalui kerja kolektif yang memiliki arah kepemimpinan dan pengikut yang berjalan bersama demi menegakkan risalah Islam," ujarnya, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Dalam uraiannya mengenai metode penyampaian agama, Ustaz Jeje menjelaskan dua mekanisme utama. Pertama adalah menyampaikan lafaz Al-Qur’an dan hadis persis sesuai riwayat aslinya. Kedua, memberikan penjelasan mendalam terkait makna dan pesan teks (nash) tersebut agar mudah dipahami serta dapat diamalkan oleh masyarakat luas.
Baca Juga:Konsep Hayatan Thayyibatan: Panduan Cetak Kehidupan Bahagia dari Rumah hingga Negara
Mengutip pandangan Ibnu Qayyim, ia mengulas peran strategis kelompok Huffadzul Hadis atau para ulama penghafal dan penjaga hadis Nabi. Kelompok ini memegang posisi kunci dalam meneliti keabsahan sanad dan matan, sekaligus memelihara keaslian riwayat dari generasi ke generasi.
"Para penghafal hadis merupakan benteng pertahanan utama yang menjaga kemurnian Islam dari ancaman penyimpangan, pemalsuan, maupun pemikiran yang keluar dari Al-Qur'an dan Sunnah. Kerja keras mereka dalam memverifikasi setiap riwayat ibarat menjaga agar mata air keilmuan Islam tetap jernih dan terbebas dari syubhat," jelasnya.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Jeje saat membedah kitab I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbil 'Alamin karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Persatuan Islam Official. Ia merujuk pada Surah Yusuf ayat 108 untuk menekankan bahwa dakwah wajib berlandaskan bashirah atau kedalaman ilmu.
"Berdakwah secara individual tidaklah cukup, melainkan harus diwujudkan melalui kerja kolektif yang memiliki arah kepemimpinan dan pengikut yang berjalan bersama demi menegakkan risalah Islam," ujarnya, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Dalam uraiannya mengenai metode penyampaian agama, Ustaz Jeje menjelaskan dua mekanisme utama. Pertama adalah menyampaikan lafaz Al-Qur’an dan hadis persis sesuai riwayat aslinya. Kedua, memberikan penjelasan mendalam terkait makna dan pesan teks (nash) tersebut agar mudah dipahami serta dapat diamalkan oleh masyarakat luas.
Baca Juga:Konsep Hayatan Thayyibatan: Panduan Cetak Kehidupan Bahagia dari Rumah hingga Negara
Mengutip pandangan Ibnu Qayyim, ia mengulas peran strategis kelompok Huffadzul Hadis atau para ulama penghafal dan penjaga hadis Nabi. Kelompok ini memegang posisi kunci dalam meneliti keabsahan sanad dan matan, sekaligus memelihara keaslian riwayat dari generasi ke generasi.
"Para penghafal hadis merupakan benteng pertahanan utama yang menjaga kemurnian Islam dari ancaman penyimpangan, pemalsuan, maupun pemikiran yang keluar dari Al-Qur'an dan Sunnah. Kerja keras mereka dalam memverifikasi setiap riwayat ibarat menjaga agar mata air keilmuan Islam tetap jernih dan terbebas dari syubhat," jelasnya.