Legislator Dorong Kader Muda Perkuat Riset dan Berpikir Kritis
Ahmad zuhdi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:19 WIB
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Hoerudin Amin dalam acara Muswil ke-9 PW Pemuda Persis DKI Jakarta. Foto: Henry Lukmanul Hakim
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Hoerudin Amin, mengimbau kader Pemuda Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta untuk terus mengasah daya kritis, bersikap terbuka, serta mengedepankan pendekatan berbasis riset. Pesan ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Musywil) IX PW Pemuda PERSIS DKI Jakarta di Rumah Batavi, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).
Dalam pidato kebangsaannya, Wakil Ketua MPR ini memberikan apresiasi atas rekam jejak kaderisasi Persis yang terbukti melahirkan banyak tokoh nasional. "Pengalaman berorganisasi mestinya menjadi fondasi utama untuk memupuk kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan memperbesar kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa," ujar Kang Hoer sapaan akrabnya.
Ia menilai Pemuda Persis memiliki peran strategis sebagai wadah pemuda dari berbagai latar belakang. Oleh sebab itu, pola kaderisasi harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai dasar perjuangan organisasi.
Selain itu, Kang Hoer menekankan pentingnya keterbukaan pikir yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kader muda tidak cukup hanya mendalami ilmu keislaman, tetapi juga wajib menguasai teknologi, sains modern, dan metodologi penelitian ilmiah.
Dalam pidato kebangsaannya, Wakil Ketua MPR ini memberikan apresiasi atas rekam jejak kaderisasi Persis yang terbukti melahirkan banyak tokoh nasional. "Pengalaman berorganisasi mestinya menjadi fondasi utama untuk memupuk kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan memperbesar kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa," ujar Kang Hoer sapaan akrabnya.
Ia menilai Pemuda Persis memiliki peran strategis sebagai wadah pemuda dari berbagai latar belakang. Oleh sebab itu, pola kaderisasi harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai dasar perjuangan organisasi.
Selain itu, Kang Hoer menekankan pentingnya keterbukaan pikir yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kader muda tidak cukup hanya mendalami ilmu keislaman, tetapi juga wajib menguasai teknologi, sains modern, dan metodologi penelitian ilmiah.