Miliki Omset Milyaran, Pemilik Usaha Baju Muslim Takua Belajar dari Kegagalan
Muhammad rifai akif
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 09:28 WIB
Bisnis pakaian muslim anak brand Takua berhasil mendapat omset milyaran rupiah setelah belajar dari kesalahan. Foto : Istimewa
Sempat defisit usahanya di tahun pertama, pasangan Sulaiman Effendi dan Iin Muthoharoh ini harus menelan kesalahan karena tak menghitung harga pokok produksi (HPP) dengan betul.
Sempat gagal membuka usaha warung internet di tahun 2006, saat baru menikah, pasangan ini kemudian banting stir ke usaha konveksi.
"Buka usaha warnet tahun 2006, omset alhamdulilah 300 ribu perhari awalnya. Tahun itu memang usaha warnet sedang menjamur." tutur pasangan ini saat dilakukan sesi wawancara dengan Langit7 pada (19/10/2021).
Ketatnya persaingan di bisnis warnet, membuat Sulaiman dan Iin menyerah karena tak sanggung berkompetisi dengan pesaing yang menawarkan kelebihan dibanding usaha yang dimiliki mereka.
Baca juga : Kunci Memulai Wirausaha Manjur ala Muhammadiyah
"Banyaknya kompetitor membuat cepat sekali perkembangannya, mulai dari perangkat yang lebih bagus, tempat yang lebih nyaman dan harga yang justru bukannya makin naik, malah banting harga, akhirnya kita menyerah." Kata Sulaiman.
Saat menyerah, Sulaiman ditawari mertuanya untuk membuka usaha konveksi, yang kebetulan sudah melakoni bisnis tersebut.
Sempat gagal membuka usaha warung internet di tahun 2006, saat baru menikah, pasangan ini kemudian banting stir ke usaha konveksi.
"Buka usaha warnet tahun 2006, omset alhamdulilah 300 ribu perhari awalnya. Tahun itu memang usaha warnet sedang menjamur." tutur pasangan ini saat dilakukan sesi wawancara dengan Langit7 pada (19/10/2021).
Ketatnya persaingan di bisnis warnet, membuat Sulaiman dan Iin menyerah karena tak sanggung berkompetisi dengan pesaing yang menawarkan kelebihan dibanding usaha yang dimiliki mereka.
Baca juga : Kunci Memulai Wirausaha Manjur ala Muhammadiyah
"Banyaknya kompetitor membuat cepat sekali perkembangannya, mulai dari perangkat yang lebih bagus, tempat yang lebih nyaman dan harga yang justru bukannya makin naik, malah banting harga, akhirnya kita menyerah." Kata Sulaiman.
Saat menyerah, Sulaiman ditawari mertuanya untuk membuka usaha konveksi, yang kebetulan sudah melakoni bisnis tersebut.