Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Miliki Omset Milyaran, Pemilik Usaha Baju Muslim Takua Belajar dari Kegagalan

muhammad rifai akif Sabtu, 23 Oktober 2021 - 09:28 WIB
Miliki Omset Milyaran, Pemilik Usaha Baju Muslim Takua Belajar dari Kegagalan
Bisnis pakaian muslim anak brand Takua berhasil mendapat omset milyaran rupiah setelah belajar dari kesalahan. Foto : Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sempat defisit usahanya di tahun pertama, pasangan Sulaiman Effendi dan Iin Muthoharoh ini harus menelan kesalahan karena tak menghitung harga pokok produksi (HPP) dengan betul.

Sempat gagal membuka usaha warung internet di tahun 2006, saat baru menikah, pasangan ini kemudian banting stir ke usaha konveksi.

"Buka usaha warnet tahun 2006, omset alhamdulilah 300 ribu perhari awalnya. Tahun itu memang usaha warnet sedang menjamur." tutur pasangan ini saat dilakukan sesi wawancara dengan Langit7 pada (19/10/2021).

Ketatnya persaingan di bisnis warnet, membuat Sulaiman dan Iin menyerah karena tak sanggung berkompetisi dengan pesaing yang menawarkan kelebihan dibanding usaha yang dimiliki mereka.

Baca juga : Kunci Memulai Wirausaha Manjur ala Muhammadiyah

"Banyaknya kompetitor membuat cepat sekali perkembangannya, mulai dari perangkat yang lebih bagus, tempat yang lebih nyaman dan harga yang justru bukannya makin naik, malah banting harga, akhirnya kita menyerah." Kata Sulaiman.

Saat menyerah, Sulaiman ditawari mertuanya untuk membuka usaha konveksi, yang kebetulan sudah melakoni bisnis tersebut.

Miliki Omset Milyaran, Pemilik Usaha Baju Muslim Takua Belajar dari Kegagalan
Pemilik brand Takua, Sulaiman Effendi dan Iin Muthoharoh

"Tahun 2007 buka usaha konveksi dimodali sama orang tua. Dibelikan mesin jahit dua buah, mesin obras dua unit dan tambahan modal sendiri sebesar 16 juta." tutur Iin.

Konveksi ini memproduksi baju muslim dewasa, baik untuk laki-laki ataupun perempuan. Diakuinya di tahun pertama mereka mengalami defisit atau kerugian. Hal itu disebabkan karena salah menghitung HPP.

"Waktu itu menghitung HPP secara real, tidak dilebihkan. Padahal harusnya perjalanan konveksi itu meliputi barang cacat, biaya tambahan pengemasan, operasional tambahan, itu semua tidak kami hitung." ucap Iin istri Sulaiman.

Seperti kondisi yang berlaku di pasar Indonesia, bisnis konveksi akan menikmati masa meraup untung lebih besar dari biasanya menjelang lebaran. Di tahun pertama pasangan pengusaha ini mendapat omset Rp40 juta, yang jika dikurangi modal awal malah menjadi defisit.

"Tahun pertama ini ibarat ujian, barang produksinya pun ada yang tidak terjual." cerita pemilik usaha pakaian muslim Takua ini.

Setelah lebaran di tahun 2008, akhirnya pasangan ini beralih pasar atau marketnya. Dahulu produksi untuk baju muslim dewasa, namun di tahun kedua usaha konveksi mereka mencoba menyasar ke baju muslim anak-anak.

"Awalnya ada yang ngasih tahu, salah satu agen distributor bilang kalau baju muslim anak ini banyak permintaan, kurang terus produksinya di lapangan." ujar pengusaha asal Cirebon ini.

"Akhirnya tanpa pikir panjang tahun kedua kita buat baju muslim anak, dengan nama brand Takua."

Cirebon dikenal sebagai salah satu kota yang banyak usaha konveksinya. Terlebih Cirebon punya pasar sendiri yang tidak kalah ramai dengan pasar Tanah Abang, yaitu pasar Tegal Gubug.

Tegal Gubug merupakan pasar yang khusus menjual kebutuhan sandang. Bahkan pasar ini disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Persaingan usaha di pasar ini sangat tinggi dan kompetitif.

Baca juga : KPMI, Ajarkan Pengusaha Muslim Berwirausaha Sesuai Sunah Rasulullah

"Untuk menghadapi persaingan di pasar Tegal Gubug, akhirnya coba dibuat packaging yang bagus, yang buat first impression orang langsung tertarik, karena ini untuk anak-anak dan belum banyak di Tegal Gubug yang bagus secara packaging." Kata Iin yang lulusan sarjana Universitas Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon.

Tahun pertama berjalan dengan mulus, banyak pembeli dan barang yang diproduksi habis.

"Alhamdulillah tahun pertama brand Takua berjalan baik,"

Tahun kedua bermain di pasar baju muslim anak-anak, langsung tidak disia-siakan, inovasi-inovasi gemilang ditumpahkan menjadi sebuah karya.

"Tahun kedua melanjutkan lagi, kita tambah inovasi dan rancangan model kreasi sendiri, bordiran diperbanyak." Ucap Iin dengan semangat.

Diceritakan Sulaiman dan Iin, di tahun itu set baju muslimah anak perempuan belum banyak yang memproduksi. Keduanya pun memutuskan membuat produsen terpadu yang memporoduksi set baju muslim dan muslimah untuk anak.

Setelah itu, bisnis usaha yang mereka jalani pun semakin maju, pekerja yang menjahit baju juga semakin banyak.

"Awalnya usaha punya 3 penjahit, di tahun ke-empat sudah punya 30 penjahit." Ujar Sulaiman menambahkan.

Pasang surut dalam bisnis pun dirasakan keduanya. Di tahun kelima saat mereka merasa yakin usahanya sudah sesuai jalur, keduanya mencoba menurunkan kualitas bahan baku.

"Ada satu pelajaran yang berharga, pernah terlalu percaya diri dengan usaha ini, kita melakukan down grade di bahan baku, tapi ternyata pasar merespon negatif." cerita Iin.

"Akhirnya kita sadar bahwa kualitas tetap nomor satu, jangan mengotak-atik bahan baku." Ujarnya.

Baca juga : Menparekraf Dorong Poltekpar Palembang Cetak Wirausaha Muda di Sektor Parekraf

Tahun berikutnya mereka kembali dengan bahan semula dan menjaga kualitas dengan sebaik-baiknya, bahkan sesekali memproduksi dengan bahan baku yang lebih bagus.

Bisnis yang dijalani oleh pasangan suami istri ini akhirnya terus beranjak perlahan-lahan, hingga pada tahun 2019 brand Takua berhasil masuk ke Yogya Departement Store dan memiliki omset milyaran rupiah.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)