Iran Tuntut Tanggung Jawab Ukraina Usai Menyerang Kapal Lalu Menyebutnya Tidak Sengaja
Lusi mahgriefie
Kamis, 30 Juli 2026 - 09:38 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Sumber: Tasnim Media
Kini giliran Ukraina yang kena semprot Iran dan minta pertanggungjawaban. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyatakan tidak menerima pembelaan diri Ukraina yang menyebut serangan terhadap kapal komersial Iran sebagai tindakan yang tidak disengaja.
Ia pun mendesak pemerintah Ukraina untuk secara tegas mengakui tanggung jawab atas tindakan kriminal tersebut.
Abbas Araqchi menyampaikan hal ini dalam percakapan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, di mana kedua belah pihak membahas perkembangan terkini terkait Selat Hormuz. Melansir media resmi Iran, Tasnim, Kamis (30/7/2026).
Araqchi memaparkan posisi dan pertimbangan Iran mengenai situasi kawasan saat ini, termasuk konsultasi yang sedang berlangsung dengan Kesultanan Oman.
Menteri Luar Negeri Iran juga menolak pernyataan "intervensionis" Uni Eropa mengenai pejabat Prancis yang terlibat dalam pelanggaran di Teheran, dengan mengatakan bahwa dukungan Uni Eropa terhadap perilaku buruk personel Prancis yang bertugas di kedutaan negara mereka di Teheran bertentangan dengan ketentuan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
Baca juga: Iran Melawan Balik AS di Tengah Serangan Regional yang Memanas
Merujuk pada percakapan teleponnya baru-baru ini dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, di mana Kiev bersikeras bahwa serangan terhadap kapal Iran itu tidak disengaja, Araqchi mengatakan klaim tersebut tidak dapat diterima mengingat pengakuan eksplisit Presiden Ukraina tentang tanggung jawab atas serangan terhadap kapal dagang Iran tersebut.
Ia pun mendesak pemerintah Ukraina untuk secara tegas mengakui tanggung jawab atas tindakan kriminal tersebut.
Abbas Araqchi menyampaikan hal ini dalam percakapan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, di mana kedua belah pihak membahas perkembangan terkini terkait Selat Hormuz. Melansir media resmi Iran, Tasnim, Kamis (30/7/2026).
Araqchi memaparkan posisi dan pertimbangan Iran mengenai situasi kawasan saat ini, termasuk konsultasi yang sedang berlangsung dengan Kesultanan Oman.
Menteri Luar Negeri Iran juga menolak pernyataan "intervensionis" Uni Eropa mengenai pejabat Prancis yang terlibat dalam pelanggaran di Teheran, dengan mengatakan bahwa dukungan Uni Eropa terhadap perilaku buruk personel Prancis yang bertugas di kedutaan negara mereka di Teheran bertentangan dengan ketentuan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
Baca juga: Iran Melawan Balik AS di Tengah Serangan Regional yang Memanas
Merujuk pada percakapan teleponnya baru-baru ini dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, di mana Kiev bersikeras bahwa serangan terhadap kapal Iran itu tidak disengaja, Araqchi mengatakan klaim tersebut tidak dapat diterima mengingat pengakuan eksplisit Presiden Ukraina tentang tanggung jawab atas serangan terhadap kapal dagang Iran tersebut.