Sebastia Palestina Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO, Israel Meradang
Esti setiyowati
Jum'at, 31 Juli 2026 - 16:46 WIB
Sebastia Palestina Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO, Israel Meradang. Foto: ICOMOS Palestine.
UNESCO menetapkan kawasan arkeologi Sebastia di Tepi Barat sebagai Situs Warisan Dunia sekaligus Situs Warisan Dunia dalam Bahaya. Pemerintah Palestina berharap status tersebut dalam melindungi kawasan bersejarah itu dari perluasan kontrol Israel.
Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, mengatakan keputusan UNESCO menjadi langkah penting untuk menjaga warisan sejarah sekaligus mata pencaharian warga yang bergantung pada sektor pariwisata.
Baca juga: Fadli Zon Dorong Desa Bawomataluo Nias Selatan Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO
"Keputusan ini hadir setelah otoritas pendudukan Israel mengeluarkan perintah penyitaan lahan yang mengancam nilai budaya dan sejarah kawasan ini, sekaligus merusak sumber penghidupan masyarakat. Ini merupakan bagian dari proyek perluasan permukiman," ujarnya kepada Reuters, dikutip dari Aljazeera pada Jumat (31/7/2027).
Di sisi lain, Israel mengecam keputusan UNESCO dan menyebutnya sebagai langkah yang bermuatan politik.
Sebastia merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Tepi Barat. Kawasan yang diyakini sebagai lokasi Samaria, ibu kota Kerajaan Israel kuno, memiliki sejarah lebih dari 3.000 tahun dan menyimpan peninggalan dari berbagai peradaban, mulai dari Kanaan, Romawi, Bizantium hingga era Islam dan Ottoman.
Situs tersebut juga memiliki nilai religius bagi umat Islam dan Kristen karena diyakini berkaitan dengan makam Nabi Yahya AS atau Yohanes Pembaptis.
Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, mengatakan keputusan UNESCO menjadi langkah penting untuk menjaga warisan sejarah sekaligus mata pencaharian warga yang bergantung pada sektor pariwisata.
Baca juga: Fadli Zon Dorong Desa Bawomataluo Nias Selatan Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO
"Keputusan ini hadir setelah otoritas pendudukan Israel mengeluarkan perintah penyitaan lahan yang mengancam nilai budaya dan sejarah kawasan ini, sekaligus merusak sumber penghidupan masyarakat. Ini merupakan bagian dari proyek perluasan permukiman," ujarnya kepada Reuters, dikutip dari Aljazeera pada Jumat (31/7/2027).
Di sisi lain, Israel mengecam keputusan UNESCO dan menyebutnya sebagai langkah yang bermuatan politik.
Sebastia merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Tepi Barat. Kawasan yang diyakini sebagai lokasi Samaria, ibu kota Kerajaan Israel kuno, memiliki sejarah lebih dari 3.000 tahun dan menyimpan peninggalan dari berbagai peradaban, mulai dari Kanaan, Romawi, Bizantium hingga era Islam dan Ottoman.
Situs tersebut juga memiliki nilai religius bagi umat Islam dan Kristen karena diyakini berkaitan dengan makam Nabi Yahya AS atau Yohanes Pembaptis.