home global news

Didukung PWNU-PCNU se Banten, Gus Rozin Siap Perkuat Peran NU

Kamis, 06 Agustus 2026 - 20:39 WIB
KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menegaskan pentingnya memperkuat ukhuwah nahdliyah, memperkokoh pesantren, serta meneguhkan peran Nahdlatul Ulama sebagai masyarakat sipil. Foto: Istimewa.
KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menegaskan pentingnya memperkuat ukhuwah nahdliyah, memperkokoh pesantren, serta meneguhkan peran Nahdlatul Ulama sebagai masyarakat sipil atau shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah). Hal tersebut ia sampaikan dalam agenda silaturahim bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Kabupaten Lebak, Kamis (6/8/2026).

Dalam pemaparannya, Gus Rozin menjelaskan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama harus dimulai dari kuatnya persaudaraan di lingkungan internal organisasi. Menurutnya, ukhuwah nahdliyah merupakan ikatan yang menyatukan seluruh elemen NU, baik jamaah maupun jam'iyah. "Ukhuwah Nahdliyah ini adalah ukhuwah antara jamaah dan jam'iyah," ujarnya.

Ia menilai, persaudaraan yang kokoh akan menjadi modal utama bagi NU untuk terus menjalankan khidmat kepada umat sekaligus menjaga persatuan bangsa. Gus Rozin juga menegaskan bahwa penguatan Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dari penguatan pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan fondasi utama NU sekaligus benteng moral bangsa. "Menguatkan NU itu menguatkan pesantren. NU adalah pesantren besar," katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama mendorong kemajuan pesantren-pesantren yang didirikan dan dikelola oleh warga NU. "Pengembangan Pesantren adalah tanggung jawab semua elemen di Nahdlatul Ulama pada semua tingkat kepengurusan," tegasnya.

Baca Juga:PBNU Ingatkan Nahdliyin Jangan Mudah Percaya Hoaks Jelang Muktamar Ke-35 NU

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin turut menyinggung posisi strategis Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa NU harus terus menjalankan perannya sebagai shadiqul hukumah, yakni menjadi mitra pemerintah yang senantiasa memberikan dukungan sekaligus masukan yang konstruktif.

Menurutnya, NU dan negara memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Karena itu, apabila terdapat kebijakan publik yang dinilai kurang tepat, NU berkewajiban mengingatkan melalui cara-cara yang bijaksana dan bertanggung jawab.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya