LANGIT7.ID-, Jombang - - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (
PBNU) mengingatkan seluruh warga Nahdlatul Ulama (
Nahdliyin), terutama jajaran pengurus wilayah dan cabang, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi palsu atau
hoaks menjelang pelaksanaan
Muktamar Ke-35 NU.
Sekretaris Jenderal PBNU,
Saifullah Yusuf, meminta masyarakat untuk selalu mengacu pada saluran resmi organisasi maupun media massa yang memiliki kredibilitas.
Baca juga: PBNU Rilis 501 Peserta Sementara, Masa Koreksi Dibuka hingga 6 Agustus"Yang penting juga adalah percaya pada berita-berita yang benar. Jangan sampai percaya pada
hoaks, berita-berita palsu, atau berita yang menyesatkan," kata Saifullah Yusuf dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/8/2026).
Gus Ipul menjelaskan bahwa berbagai informasi yang beredar di luar kanal resmi PBNU belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia menegaskan agar seluruh warga NU hanya merujuk pada informasi yang diterbitkan melalui jalur resmi organisasi.
"Ikuti semua kabar yang official. Karena kabar di luar sana macam-macam. Ada yang menyebarkan dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu tidak benar," tegasnya.
Selain mengingatkan soal hoaks, PBNU memastikan proses kepesertaan Muktamar Ke-35 NU berlangsung sesuai dengan ketentuan organisasi. Pengurus cabang maupun wilayah yang memenuhi persyaratan tetap memiliki hak untuk menjadi peserta muktamar.
Menurut Gus Ipul, PBNU berperan membantu apabila terdapat kekurangan dalam proses administrasi. Namun, seluruh tahapan harus dilaksanakan sesuai prosedur dengan dokumen yang sah.
"Peserta itu adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan, tetapi prosesnya harus benar dan dokumennya tidak boleh palsu. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak ada yang dipersulit," ujarnya.
Baca juga: Konflik PBNU Memanas, Gus Faris Desak Tiga Pucuk Pimpinan Tak Maju di Muktamar NUIa juga menyampaikan bahwa jajaran pengurus PBNU saat ini berada dalam kondisi solid dan terus fokus pada berbagai persiapan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.
"Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan," ucap Gus Ipul.
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diagendakan akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. PBNU berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar hingga pelaksanaan muktamar.
(est)