home wirausaha syariah

Jaga Kepercayaan Publik, LPPOM Raih Penghargaan IPRA 2026

Jum'at, 07 Agustus 2026 - 13:56 WIB
Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, bersama Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics, Alex Mulya menyerahkan penghargaan kepada Direktur LPPOM, Muti Arintawati. Foto: Istimewa.
‎LPPOM kembali mengukuhkan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan dan kredibilitas di mata masyarakat. Lembaga pemeriksa halal ini berhasil memboyong penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 untuk kategori Corporate Reputation sektor Non-Governmental Organization (NGO).‎Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, bersama Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics, Alex Mulya, kepada Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati. Acara penganugerahan berlangsung pada Kamis (6/8/2026) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta.‎Pengakuan atas reputasi LPPOM ini berdasar pada riset keterlibatan publik secara luas. Pihak penyelenggara menilai kredibilitas organisasi dari persepsi riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.‎‎"Penghargaan untuk kategori Corporate Reputation diberikan berdasarkan hasil riset online yang melibatkan ribuan responden. Penilaian reputasi dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu Business & Commercial Reputation, People & Leadership Reputation, serta Social & Citizenship Reputation,” kata Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics, Alex Mulya.‎Raihan ini disambut positif oleh manajemen LPPOM sebagai bentuk refleksi atas dedikasi panjang dalam mengawal ekosistem halal di Indonesia, mulai dari profesionalisme pemeriksaan, kompetensi SDM, hingga transparansi komunikasi.‎“Kami bersyukur dan mengapresiasi penghargaan Indonesia Public Relations Awards 2026 ini. Keberhasilan LPPOM meraih kategori Corporate Reputation bukan hanya tentang pencapaian komunikasi, tetapi juga menjadi refleksi atas kepercayaan publik yang dibangun melalui perjalanan panjang, konsistensi layanan, kompetensi, dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal,” puji Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati.‎Muti menambahkan bahwa reputasi organisasi tidak bisa sekadar dibentuk lewat wacana, melainkan harus ditopang oleh aksi nyata dan manfaat langsung yang diterima oleh para pemangku kepentingan serta pelaku usaha.‎“Reputasi tidak cukup dibangun melalui narasi yang baik. Narasi harus didukung oleh apa yang benar-benar dilakukan dan dirasakan oleh publik. Karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi yang transparan dan edukatif, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” sambungnya.‎Lebih lanjut, Muti menggarisbawahi bahwa pembentukan reputasi dan kepercayaan publik merupakan buah kerja keras kolektif seluruh elemen di dalam lembaga, bukan semata tugas divisi kehumasan.‎“Setiap insan LPPOM memiliki peran dalam membangun reputasi lembaga. Reputasi bukan hanya tanggung jawab fungsi komunikasi, tetapi merupakan akumulasi dari seluruh pengalaman publik ketika berinteraksi dengan LPPOM. Mulai dari layanan, kompetensi, integritas, hingga bagaimana kita hadir dan memberikan solusi. Semuanya berkontribusi terhadap kepercayaan,” tegas Muti.‎Capaian di ajang IPRA 2026 ini menjadi pemacu semangat bagi LPPOM untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan memperkuat perannya sebagai lembaga pemeriksa halal yang adaptif serta terpercaya.‎“Kami berharap penghargaan ini tidak membuat kami berhenti pada sebuah pencapaian, tetapi justru menjadi pengingat untuk terus menjaga amanah publik. Ke depan, LPPOM akan terus berupaya menjadi lembaga yang profesional, kredibel, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem halal Indonesia,” tutup Muti.

(zhd)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya