LANGIT7.ID-, Jakarta - - Rasa iri atau
hasad kerap muncul ketika melihat orang lain mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Namun, menurut pendakwah asal Riau,
Ustaz Abdul Somad, hasad tidak cukup hanya dilawan dengan menahan perasaan iri.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengobati hasad. Penjelasan itu disampaikan dalam cuplikan kajian yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
Menurut ulama yang kerap disapa
UAS ini, salah satu cara melawan
hasad adalah dengan mendoakan orang yang mendapatkan nikmat tersebut secara langsung.
Baca juga: Sempat Ditolak, Ustaz Abdul Somad Tetap Lanjut Tabligh Akbar di Kutai Barat"Kenapa dia lebih dulu nikah? Kenapa suaminya ganteng? Kenapa istrinya cantik? Kenapa mertuanya kaya? Kenapa dia dapat PNS, kenapa?" ujar Ustaz Abdul Somad dalam video yang diunggah akun Instagram @hijrahbersamauas.
Alih-alih terus membandingkan diri dengan orang lain, ia mengajak untuk memberikan doa kebaikan kepada orang yang mendapatkan nikmat.
"Langsung doakan di depan orang, 'Barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir'," katanya.
Ucapan tersebut merupakan doa yang mengandung harapan agar seseorang mendapatkan keberkahan dan kebaikan, khususnya bagi pasangan yang menikah.
Ustaz Abdul Somad kemudian menyebut cara lain untuk mengobati hasad, yakni mendoakan orang tersebut ketika berada di belakangnya.
Ia mencontohkan doa yang dapat dipanjatkan setelah melaksanakan shalat malam.
"Habis shalat malam, 'Aku hasad dengan orang ini ya Allah. Buat hartanya itu bermanfaat untuk dakwah. Buat rumahnya itu menjadi rumah yang sakinah mawadah warahmah'," tuturnya.
Menurutnya, kebiasaan mendoakan orang yang membuat hati merasa iri dapat membantu mengubah perasaan negatif menjadi doa dan harapan baik.
Baca juga: Viral Video Ustaz Abdul Somad Diadang Warga Saat Tiba di Kutai Barat"Coba bayangkan orang-orang yang kita hasad dengan dia dan doakan. Coba malam ini dan rasakan perasaan di hati (setelah) mendoakan," ujar Ustaz Abdul Somad.
Selain mendoakan, Ustaz Abdul Somad mengingatkan pentingnya menyadari posisi diri. Ia mengatakan, rasa marah atau tidak senang kepada orang lain terkadang muncul karena seseorang merasa dirinya memiliki kedudukan atau kelebihan tertentu.
"Menyadarkan diri bahwa kau bukan apa-apa dan kau bukan siapa-siapa. Kenapa kita menjadi marah? Karena kita menganggap diri kita apa-apa," katanya.
Ia juga mengajak umat untuk selalu husnuzan kepada Allah atau berprasangka baik terhadap ketentuan-Nya.
"Menurut ilmu Allah, inilah yang paling layak untuk saya. Lebih dari ini saya pasti rusak," ujar Ustaz Abdul Somad.
Pesan tersebut mengajak seseorang untuk melihat nikmat yang diterima orang lain bukan sebagai alasan untuk iri, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar menerima ketetapan Allah dan mendoakan kebaikan bagi sesama.
(est)