LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sifat buruk yang bersarang di dalam hati kerap kali menjadi musuh terselubung bagi setiap Muslim. Tanpa disadari,
penyakit hati ini tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga berpotensi menggugurkan seluruh
pahala amal ibadah yang telah dikumpulkan.
Dosen Institut Agama Islam Persatuan Islam (IAIPI) Bandung, Ustaz Dr Robi Permana, mengingatkan
umat Islam untuk senantiasa waspada terhadap tiga akar dosa utama yang bersumber dari penyakit hati. Merujuk pada pandangan ulama besar
Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Fawā'id, ketiga perkara tersebut adalah
kesombongan, ketamakan, dan kedengkian.
Baca juga: 5 Tanda Penyakit Hati Berlemak yang Perlu Diwaspadai
"
Ibnul Qoyyim menegaskan bahwa pokok segala kesalahan atau dosa itu ada tiga, yaitu
al-kibr (kesombongan),
al-ḥirṣ (ketamakan), dan
al-hasad (kedengkian). Jika seseorang mampu membentengi diri dari tiga hal ini, maka sungguh ia telah dijaga dari seluruh keburukan," ujar Ustaz Robi dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Ustaz Robi menjelaskan,
kesombongan adalah sifat dasar yang membuat Iblis terjerumus dan dikutuk oleh Allah SWT. Sifat ini sangat berbahaya karena menjadi hulu dari kekufuran.
"Allah SWT secara tegas melarang manusia untuk berlaku sombong di muka bumi. Dalam Al-Qur'an
Surah Al-Isra ayat 37, kita diingatkan untuk tidak berjalan di bumi dengan sombong, karena manusia tidak akan mampu menembus bumi atau menyamai tinggi gunung," jelasnya.
Ia juga mengutip
hadis sahih riwayat Imam Muslim bahwa tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, meskipun hanya seberat zarrah (biji sawi).
Penyakit hati kedua yang wajib diwaspadai adalah sifat tamak, rakus, atau kikir. Sifat inilah yang dahulu menjadi celah bagi Nabi Adam AS hingga dikeluarkan dari surga. Ustaz Robi memaparkan bahwa ketamakan kerap mendorong manusia melakukan berbagai kemaksiatan demi menuruti nafsu duniawi.
Baca juga: Tobat dari Dosa-Dosa Besar: Mekanisme Memulihkan Kerusakan Rohani Terdalam Manusia"Manusia memiliki kecenderungan bawaan yang tidak pernah puas. Rasulullah ﷺ pernah bersabda, seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan mencari lembah yang ketiga. Nafsu keserakahan itu tidak akan berhenti sampai mulutnya tersumbat oleh tanah atau kematian," tutur Dosen IAI Bandung tersebut.
Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa keberuntungan sejati hanya milik orang-orang yang mampu menjaga dirinya dari sifat kikir dan tamak, sebagaimana diabadikan dalam QS. Al-Hasyr ayat 9.
Akar dosa ketiga yang tidak kalah merusak adalah hasad atau iri dengki. Sifat ini pula yang memicu terjadinya pembunuhan pertama dalam sejarah manusia, yakni ketika salah seorang putra Nabi Adam tega menghabisi nyawa saudaranya sendiri.
Ustaz Robi menekankan bahwa hasad merupakan motor penggerak lahirnya kezaliman dan permusuhan antar sesama. Sifat ini sangat merugikan karena secara perlahan menghabiskan tabungan amal saleh seseorang.
"Kita harus berhati-hati. Rasulullah mengingatkan dalam hadis riwayat Abu Dawud agar kita menjauhi hasad. Sebab, sifat dengki itu akan memakan kebaikan atau pahala kita, laksana api yang melahap kayu bakar sampai habis," tegas Ustaz Robi.
Baca juga: Terlanjur Miliki Penyakit Hati? Gunakan Ini Sebagai PenyembuhMengakhiri penjelasannya, Ustaz Robi Permana mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan evaluasi diri muhasabah secara berkala. Menjaga hati dari kesombongan, ketamakan, dan kedengkian bukan sekadar urusan moral, melainkan kunci keselamatan di akhirat agar pahala ibadah tidak hangus sia-sia.
"Ketiga penyakit ini adalah induk dari segala dosa. Mari kita bentengi hati kita dengan memperbanyak zikir, bersyukur, dan selalu mengedepankan sifat rendah hati dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
(est)