LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam Islam penyakit hati sangatlah berbahaya dan wajib dihindari bagi seluruh umat muslim. Sebab penyakit hati dapat menjadi jembatan seorang muslim menuju neraka Allah SWT yang pedih akan siksaan.
Merujuk para pendapat ulama, pendakwah Ustaz Oemar Mita mengatakan bahwa tidak peduli dengan gaya hidup orang lain, merupakan salah satu metode ampuh untuk menghilangkan penyakit hati dalam diri manusia yang telah terlanjur tertanam.
"Terapi yang pertama kalau seseorang di antara kita sudah memiliki kecondongan hasad kepada fulan dan fulan. Maka tidak mengetahui detail apa yang ada pada hidupnya itu menjadi salah satu sumber keselamatan hati kita supaya hati kita tidak perlu hasad," kata Ustaz Oemar dikutip dalam kajiannya di kanal Moeslem_Mind, Rabu (30/11/2022).
Baca Juga: Waspada Pestisida di Sayuran dan Buah, Picu Kanker dan Penyakit KronisDia menambahkan, rasa penasaran berlebih dapat memicu timbulnya penyakit hati seperti iri kepada seseorang yang memiliki harta lebih. Sebaiknya tidak terlalu terobsesi dengan pencapainnya.
Sebab takaran rezeki yang Allah berikan kepada setiap manusia itu tidak ada yang salah. Jika pola pikir seperti itu mulai ditanamkan, maka penyakit hati lambat laun akan hilang sehingga menimbulkan prasangka baik terhadap Allah SWT.
"Kita harus menghadirkan keimanan 100 persen bahwasanya Allah itu Maha Alim dan salah satu konsekuensi dari sifat Mahal Alim-Nya Allah, Allah itu tidak pernah salah menempatkan setiap karunia yang Allah berikan," ujarnya.
Dia menegaskan, jika seseorang benar-benar mengimani hal itu maka rasa iri terhadap pencapaian orang lain akan sirna dengan sendirinya. Dan kemudian membuat dia menjadi pribadi yang lebih baik serta bijaksana.
Baca Juga: Resesi Seks Terjadi di Jepang dan Korsel Akibat Pengabaian Agama"Maka cara untuk menetralisir kuatnya hasad yang ada pada diri kita apa?
Dzalika fadhlullahi yu'tiihi man yasyaa. Itulah karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya," ujarnya.
"Jadi kalau kita mendapati ada orang yang sudah mendapati banyak hal walaupun kita tahu bahwasanya orang ini seperti apa. Tidak ada perkataan yang paling selamat kecuali
dzalika fadhlullahi yu'tiihi man yasyaa, Itulah karunia yang Allah berikan kepada hamba yang Allah kehendaki," imbuhnya.
(zhd)