Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Waspada Pestisida di Sayuran dan Buah, Picu Kanker dan Penyakit Kronis

Fifiyanti Abdurahman Senin, 28 November 2022 - 18:48 WIB
Waspada Pestisida di Sayuran dan Buah, Picu Kanker dan Penyakit Kronis
Ilustrasi penyemprotan pestisida pada sayuran. Foto: LANGIT7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sayur dan buah merupakan makanan yang sangat menyehatkan bagi tubuh manusia. Sebab dua jenis makanan ini tinggi akan serat yang dapat memperlancar metabolisme tubuh. Selain itu sayur dan buah juga mengandung banyak vitamin penting untuk pembentukan jaringan tubuh dan memperkuat fungsi organ.

Meski demikian, tanpa disadari, sayuran dan buah dapat mengandung zat berbahaya seperti residu pestisida.

Pestisida dikenal sebagai zat pebasmi hama dan penyakit yang bisa mencegah kerusakan tanaman hasil pertanian. Umumnya pestisida, terutama sintetis, merupakan biosida yang secara tak langsung bersifat racun.

Baca juga: BPOM Pastikan Mie Sedaap di Indonesia Aman Pestisida Etilen Oksida

Menurut Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda Dinas Pertanian Magelang, Dyah Woro Tri Haryati, bahaya yang ditimbulkan oleh pestisida berdampak jangka panjang, seperti kanker, tumor, dan penyakit kronis lainnya.

Dampak penggunaan bahan pestisida pada makanan bukan saja pada manusia, namun berperan aktif dalam merusak ekologi lingkungan. Antara lain, tercemarnya air tanah serta perubahan pada sistem hormon hewan ternak mamalia serta ikan.

"Jadi, bukan hanya sayuran dan buah, ikan serta ternak yang dikonsumsi juga bisa ikut tercemar pestisida," terang Dyah dikutip dari laman Distan Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022).

Pestisida merupakan senyawa kimia yang tidak mudah terurai. Jika terkonsumsi, residu pestisida tidak mudah dikeluarkan dan akan mengendap di dalam tubuh. Dalam jumlah yang kecil, tubuh masih dapat menetralisir residu pestisida. Namun jika dikonsumsi secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

"Paparan pestisida dapat menyebabkan dua dampak bagi kesehatan, yaitu efek akut yang bersifat jangka pendek dan kronis yang bersifat jangka panjang," lanjutnya.

Baca juga: Ada di Mie Sedaap, Ini Bahaya Pestisida bagi Kesehatan Tubuh

Tingkat keparahan bahaya pestisida ini ditentukan oleh beberapa faktor, yakni dosis yang terkonsumsi, jalur paparan, genetik, usia ketika terpapar, kondisi kesehatan individu, durasi paparan dan faktor lingkungan.

Kemudian, dampak paparan pestisida yang bersifat akut di antaranya, iritasi mata dan pengeluaran air mata terus menerus. Lalu, luka tertentu pada kulit, memar, pembengkakan, luka bakar, dan kulit gatal. Berikutnya, sakit kepala, depresi, kejang otot, menurunnya koordinasi antara otak dan otot serta kehilangan kesadaran.

"Pestisida yang terhirup melalui saluran pernafasan dapat menyebabkan sakit tenggorokan, pilek, batuk, kesulitan bernafas, hingga kegagalan bernafas. Jika pestisida masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan, dampak akut yang ditimbulkannya berupa gejala keracunan seperti denyut jantung tidak teratur, mual, muntah, diare, dan nyeri perut," jelas Dyah.

Paparan pestisida dalam jangka panjang menimbulkan gangguan kesehatan yang bersifat kronis. Di antaranya, peningkatan risiko kanker, kerusakan sistem saraf (seperti parkinson), gangguan reproduksi serta kerusakan organ tubuh.

Selain itu, pestisida bersifat mutagenik yang dapat menyebabkan kerusakan genetik untuk generasi yang akan datang dan teratogenik yang dapat menyebabkan bayi lahir cacat dari ibu yang secara rutin mengkonsumsi sayuran dan buah yang disemprot pestisida.

Diketahui, sekitar 40 persen kematian di dunia disebabkan oleh pencemaran lingkungan termasuk tanaman-tanaman yang dikonsumsi manusia.

Baca juga: Ditemukan Kandungan Pestisida, Hong Kong Tarik Mie Sedaap

Sementara dari 80.000 jenis pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan saat ini, hampir 10 persen bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Sebuah penelitian tentang kanker menyebutkan sekitar 1,4 juta kanker di dunia disebabkan oleh pestisida.

Sayuran dan buah merupakan bahan pangan yang cukup tinggi cemaran pestisidanya. Oleh karena itu Anda harus waspada dan memperhatikan karakteristik dari masing-masing jenisnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)