UAS Curhat ke Daniel Mananta, Singgung Ironi Shalat Minta Hujan
esti setiyowatiSabtu, 24 Oktober 2026 - 21:03 WIB
UAS Curhat ke Daniel Mananta, Singgung Ironi Shalat Minta Hujan. Foto: Langit7.id
LANGIT7.ID-Jakarta; - Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan alasan dirinya kerap menolak undangan untuk menjadi imam maupun khatib shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.
Dalam perbincangannya dengan presenter Daniel Mananta yang dibagikan melalui akun Instagram @danielmanantanetwork, pendakwah asal Riau itu menyoroti kerusakan lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebabkan oleh ulah manusia.
UAS mengaku belum pernah mengikuti shalat meminta hujan. Menurut dia, ada ironi ketika ibadah tersebut digelar di tengah kebakaran hutan, sementara pihak yang diduga melakukan pembakaran lahan juga ikut melaksanakan shalat untuk memohon hujan turun.
“Makanya kalau ada orang rajin shalat, rajin puasa (tapi) motong pohon kayu bakar hutan. Saya sampai hari ini Bang Daniel, belum pernah ikut shalat minta hujan,” ujar UAS dalam perbincangan tersebut.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam kegiatan shalat Istisqa apabila orang yang diduga merusak lingkungan turut hadir tanpa terlebih dahulu menyadari kesalahannya. “Karena kalau acara shalat minta hujan yang bakar hutan itu kan ikut shalat. Dia yang bakar, dia yang ngundang. Saya enggak mau,” katanya.
Lebih lanjut, UAS mengaitkan persoalan tersebut dengan ajaran Islam tentang kewajiban menjaga alam. Ia menyinggung larangan menebang pohon dan konsekuensi moral dari tindakan merusak lingkungan.
Menurutnya, kerusakan yang dilakukan terhadap satu pohon saja memiliki konsekuensi serius, terlebih jika pembukaan lahan melibatkan kawasan hutan dalam skala luas.
“Dalam Islam itu bukan cuma berkasih sayang sama tetangga,” ujar UAS. Ia kemudian menekankan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele. “Itu satu pohon, bagaimana kalau 2, 3 hektar, 1.000 hektar,” lanjutnya.
Pernyataan UAS tersebut kembali menjadi perhatian di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Pada September 2026, pernyataannya mengenai penolakan menjadi imam shalat Istisqa kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sikap yang disampaikan UAS menyoroti pentingnya tanggung jawab manusia terhadap alam, sekaligus mengingatkan bahwa upaya menghadapi bencana lingkungan perlu disertai tindakan nyata untuk mencegah kerusakan dan menindak pelakunya.