Rampungkan ToT IV, Peserta Badiklat Persis Siap Aksi di Daerah
Ahmad zuhdi
Senin, 10 Agustus 2026 - 09:24 WIB
Training of Trainers (ToT) Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Badiklat PP Persis di Cianjur. Foto: Istimewa.
Rangkaian Training of Trainers (ToT) Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kader Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) di Cianjur ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari para peserta pada Ahad (9/8/2026). Perwakilan peserta dari berbagai daerah serta badan otonom membagikan pandangan dan komitmen mereka untuk menindaklanjuti hasil pelatihan di wilayah masing-masing.Perwakilan dari Pimpinan Daerah (PD) Persis Garut, Ustadz Daden Romli, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi bersama utusan daerahnya. Ia menilai dinamika pelatihan memberikan banyak inspirasi, ilmu baru, serta semangat untuk segera mengeksekusi program kaderisasi."Secara pribadi sangat bersyukur atas nikmat Allah telah memberikan kesempatan, kemudian kepada Pimpinan Daerah Persis Garut yang sudah mengutus kami bertujuh, dan teman-teman yang memberikan inspirasi selama tiga hari ini," ujar Daden."Banyak hal yang kami dapatkan, mulai dari informasi baru, ilmu baru, pengalaman baru, dan terutama spirit baru untuk bergerak dan menggerakkan umat lewat jalur kaderisasi di Jamiyyah PERSIS. Amanat tiga hari ini akan kami follow up di PD masing-masing untuk secepatnya bergerak, insya Allah tanggal 15 atau 16 Agustus ini akan langsung tindak lanjuti," imbuhnya.Sementara itu, perwakilan dari Banten, Ustadz Bahrudin, menyoroti tantangan dakwah dan pengembangan jumlah jamaah di wilayahnya yang membutuhkan dorongan program edukasi berkelanjutan dari Badiklat."Atas nama peserta dari Banten, kami mengucapkan jazakallahu khairan katsiran kepada panitia yang luar biasa. Melihat ekspektasi serta potensi dari teman-teman dan para senior di sini sangat luar biasa. Ini jadi PR kita bagaimana supaya ke depan jamaah di Banten terus bertambah," kata Bahrudin."Fungsi Badiklat inilah yang sangat kita harapkan untuk memberikan lebih banyak edukasi dan penguatan, agar Banten bukan hanya dikenal sebagai kota jawara, tetapi menjadi kota bersyariah," imbuhnya.Dari Jawa Barat bagian timur, perwakilan PD Persis Kuningan, Ustadz Haris, mengapresiasi fasilitas dan pelayanan panitia. Ia berharap momentum ToT ini dapat menopang geliat kepengurusan baru di daerahnya."Ucapan pertama yang saya sampaikan tentunya terima kasih sebanyak-banyaknya untuk semuanya, baik ilmunya, pelayanannya, maupun penginapannya. Insya Allah ilmu yang saya dapat di sini akan diterapkan di daerah timur. Mohon doa dari ikhwan semua untuk perkembangan PERSIS di Kuningan yang mulai menggeliat kembali di bawah kepemimpinan baru," tutur Haris.Pengalaman berharga juga dirasakan oleh utusan PW Persis DKI Jakarta, Anang Rajiman. Meski sempat merasa pesimis karena tidak memiliki latar belakang sebagai pengajar formal, ia menilai materi pelatihan dirancang sangat komunikatif dan aplikatif bagi seluruh kader."Awalnya kami sangat pesimis karena latar belakang kami bukan asatidz atau tenaga pengajar. Namun, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena ternyata materi-materi yang diberikan sangat bagus dan mendukung, khususnya bagi kader-kader Persis dalam berkomunikasi dan menyampaikan materi," ungkap Syarifuddin.Penutup kesan disampaikan oleh perwakilan generasi muda dari Himpunan Mahasiswa (Hima) Persis, Izmi Aqish. Ia mengapresiasi ruang dialog antar-generasi yang terbangun selama pelatihan."Kami dari HIMA mengapresiasi penuh kegiatan ini karena mempertemukan banyak pikiran. Ini ruang pertemuan yang luar biasa di mana kami bisa berdialog dengan para guru dan senior. Kami dari kalangan muda melihat kreativitas dan semangat para ustadz senior luar biasa, dan kami mendapatkan banyak pembelajaran berharga dari hal tersebut," pungkas Izmi.
(zhd)