UEFA, AFC, dan CONCACAF Kecam Gianni Infantino soal Penjualan Hak Komersial Piala Dunia
Tim langit 7
Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:00 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan yang semakin besar setelah tiga konfederasi sepak bola dunia, UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF, melayangkan kritik terbuka terkait rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.
Ketiganya menerbitkan surat terbuka pada Senin yang secara keras menyoroti sikap Infantino dalam rencana yang kini telah dibatalkan tersebut. Meski tidak secara langsung menyerukan pergantian kepemimpinan FIFA, mereka menilai Infantino telah merusak kepercayaan melalui "penipuan" dan menempatkan dirinya di atas kepentingan kolektif.
UEFA, AFC, dan CONCACAF juga mendesak dilakukan peninjauan secara independen dan menyeluruh untuk mengungkap apa yang terjadi dalam proses tersebut.
"Kekuatan sepak bola selalu terletak pada persatuannya," demikian bunyi surat terbuka mereka kepada keluarga sepak bola dunia. "Kami menyerukan agar persatuan itu dihormati sekarang, untuk kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan berusaha mengendalikannya."
Infantino sebelumnya mengusulkan pemisahan sebagian hak komersial Piala Dunia dan menjual 20 persen kepemilikannya kepada investor swasta. Rencana tersebut ditujukan untuk mengumpulkan sekitar 4,2 miliar dolar AS, tetapi kemudian dibatalkan.
Sejak rencana itu muncul, administrator asal Swiss tersebut menghadapi perlawanan terbuka dari sejumlah pihak di dunia sepak bola. UEFA, dengan dukungan AFC dan CONCACAF, bahkan mengancam memboikot turnamen-turnamen FIFA sampai mendapat jaminan bahwa skema serupa tidak akan kembali diusulkan pada masa mendatang.
"Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan," kata ketiga konfederasi tersebut. "Ini bukan soal memegang atau menuntut kekuasaan untuk dipertahankan. Ini adalah tugas untuk melayani keluarga sepak bola yang telah memberikan kepercayaan."
Ketiganya menerbitkan surat terbuka pada Senin yang secara keras menyoroti sikap Infantino dalam rencana yang kini telah dibatalkan tersebut. Meski tidak secara langsung menyerukan pergantian kepemimpinan FIFA, mereka menilai Infantino telah merusak kepercayaan melalui "penipuan" dan menempatkan dirinya di atas kepentingan kolektif.
UEFA, AFC, dan CONCACAF juga mendesak dilakukan peninjauan secara independen dan menyeluruh untuk mengungkap apa yang terjadi dalam proses tersebut.
"Kekuatan sepak bola selalu terletak pada persatuannya," demikian bunyi surat terbuka mereka kepada keluarga sepak bola dunia. "Kami menyerukan agar persatuan itu dihormati sekarang, untuk kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan berusaha mengendalikannya."
Infantino sebelumnya mengusulkan pemisahan sebagian hak komersial Piala Dunia dan menjual 20 persen kepemilikannya kepada investor swasta. Rencana tersebut ditujukan untuk mengumpulkan sekitar 4,2 miliar dolar AS, tetapi kemudian dibatalkan.
Sejak rencana itu muncul, administrator asal Swiss tersebut menghadapi perlawanan terbuka dari sejumlah pihak di dunia sepak bola. UEFA, dengan dukungan AFC dan CONCACAF, bahkan mengancam memboikot turnamen-turnamen FIFA sampai mendapat jaminan bahwa skema serupa tidak akan kembali diusulkan pada masa mendatang.
"Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan," kata ketiga konfederasi tersebut. "Ini bukan soal memegang atau menuntut kekuasaan untuk dipertahankan. Ini adalah tugas untuk melayani keluarga sepak bola yang telah memberikan kepercayaan."