Capaian Sertifikasi Halal Belum Sebanding dengan Serapan Belanja Produk Halal dalam Negeri
Lusi mahgriefie
Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:06 WIB
Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, dalam acara Halal Leaders & Creator Gathering. Foto: Halal Indo 2026
Kementerian Perindustrian mencatat bahwa angka sertifikasi halal telah meningkat namun sayangnya angka sertifikasi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan serapan belanja produk halal dalam negeri.
Demikian disampaikan Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, dalam acara Halal Leaders & Creator Gathering bertema "Connecting the People Behind Indonesia's Halal Future" di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Adie menjelaskan, secara kumulatif hingga akhir triwulan II 2024, Kementerian Perindustrian mencatat capaian positif dengan diterbitkannya hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk.
"Namun, tingginya angka sertifikasi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan serapan belanja produk halal dalam negeri," ungkapnya, mengutip laman Halal Corner, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, sinergi yang terbangun dalam gathering tersebut diharapkan mampu menggaungkan kembali gerakan cinta produk lokal. "Sehingga daya saing jenama halal nasional semakin mendominasi pasar," imbuhnya.
Baca juga:Pertemuan Mendikdasmen-Cholil Nafis, Membudayakan Hidup Halal di Kalangan Sekolah
Saat ini gaya hidup halal bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi tersendiri sekaligus simbol kualitas yang teruji dan terpercaya.
Demikian disampaikan Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, dalam acara Halal Leaders & Creator Gathering bertema "Connecting the People Behind Indonesia's Halal Future" di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Adie menjelaskan, secara kumulatif hingga akhir triwulan II 2024, Kementerian Perindustrian mencatat capaian positif dengan diterbitkannya hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk.
"Namun, tingginya angka sertifikasi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan serapan belanja produk halal dalam negeri," ungkapnya, mengutip laman Halal Corner, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, sinergi yang terbangun dalam gathering tersebut diharapkan mampu menggaungkan kembali gerakan cinta produk lokal. "Sehingga daya saing jenama halal nasional semakin mendominasi pasar," imbuhnya.
Baca juga:Pertemuan Mendikdasmen-Cholil Nafis, Membudayakan Hidup Halal di Kalangan Sekolah
Saat ini gaya hidup halal bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi tersendiri sekaligus simbol kualitas yang teruji dan terpercaya.