HNW Minta Pemerintah Abadikan Momentum 3 April Jadi Hari NKRI
Ahmad zuhdi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:41 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Ustaz Hidayat Nur Wahid (HNW) bersama Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar. Foto: Ahmad Zuhdi.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Ustaz Hidayat Nur Wahid (HNW), mendorong pemerintah untuk mengabadikan momentum Mosi Integral Mohammad Natsir pada 3 April sebagai Hari NKRI. Usulan tersebut disampaikan HNW saat menggelar Kunjungan Kerja Reses di Kantor Pengurus Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dalam pemaparannya, HNW mengutip Surah Ali 'Imran ayat 139–141 untuk mengingatkan umat Islam agar tidak lelah dan bersedih di tengah pusaran perubahan zaman dan pesatnya era disrupsi. Menurutnya, dinamika sosial dan politik merupakan bagian dari sunnatullah untuk menguji dan membuktikan kualitas keimanan umat.
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُۥ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ
نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ
"Perubahan-perubahan yang sangat mendasar ini adalah bagian dari takdir Allah. Itu dihadirkan bukan untuk menghasilkan dampak negatif bagi umat, melainkan untuk memberikan pembuktian tentang keimanan kita, siapa umat yang tetap istiqamah dengan keimanan ini," ujar Ustaz HNW, sapaan akrabnya di hadapan jajaran pengurus PW Persis DKI Jakarta.
HNW kemudian mengulas rekam jejak sejarah kontribusi tokoh-tokoh Persis terhadap keutuhan bangsa. Ia mencontohkan keberanian Pendiri Persis, Tuan Ahmad Hassan, yang berdiskusi dan berpolemik secara setara dengan Bung Karno tanpa merasa inferior.
Dalam pemaparannya, HNW mengutip Surah Ali 'Imran ayat 139–141 untuk mengingatkan umat Islam agar tidak lelah dan bersedih di tengah pusaran perubahan zaman dan pesatnya era disrupsi. Menurutnya, dinamika sosial dan politik merupakan bagian dari sunnatullah untuk menguji dan membuktikan kualitas keimanan umat.
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُۥ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ
نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ
"Perubahan-perubahan yang sangat mendasar ini adalah bagian dari takdir Allah. Itu dihadirkan bukan untuk menghasilkan dampak negatif bagi umat, melainkan untuk memberikan pembuktian tentang keimanan kita, siapa umat yang tetap istiqamah dengan keimanan ini," ujar Ustaz HNW, sapaan akrabnya di hadapan jajaran pengurus PW Persis DKI Jakarta.
HNW kemudian mengulas rekam jejak sejarah kontribusi tokoh-tokoh Persis terhadap keutuhan bangsa. Ia mencontohkan keberanian Pendiri Persis, Tuan Ahmad Hassan, yang berdiskusi dan berpolemik secara setara dengan Bung Karno tanpa merasa inferior.