home global news

Refleksi Kemerdekaan ke-81: Perempuan Paramadina Serukan Peran Strategis di Ekonomi dan Politik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:00 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Memasuki usia kemerdekaan ke-81, para akademisi perempuan dari Universitas Paramadina menilai bahwa ruang bagi perempuan di ranah publik telah mengalami kemajuan, namun masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Hal ini mengemuka dalam webinar bertajuk "Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik" yang digelar Jumat (14/8/2026).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Paramadina, Prof Dr Didik J Rachbini, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai tulang punggung kemajuan bangsa. "Kemerdekaan tidak akan bermakna jika separuh penduduk bangsa ini masih tertinggal," ujarnya membuka diskusi.

Peran Strategis Perempuan di Ranah Publik

Prof Dr Iin Mayasari, Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan Kemitraan, menegaskan bahwa pilar utama kemerdekaan bagi perempuan adalah sejauh mana mereka diberi ruang dan mampu mengambil peran strategis di ranah publik. Ia mengapresiasi Universitas Paramadina yang dinilainya telah memberi ruang bagi para perempuan untuk mengambil peran strategis.

"Di bidang ekonomi, perempuan bukan lagi sekadar penopang domestik, melainkan penggerak utama UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga secara nasional," ujar Iin. Sementara di bidang sosial politik, ia menambahkan bahwa suara kebijakan dan kepentingan perempuan terbukti membawa perspektif yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan.

"Kehadiran perempuan di parlemen, pemerintahan, dan organisasi sosial menjadi syarat mutlak bagi demokrasi yang lebih baik dan sehat," tegasnya. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan seperti ketimpangan gender, hambatan kultural, dan akses yang belum merata masih harus dihadapi.

Ruang Publik: Sudah Merdekakah Perempuan?
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya