Expo 2020 Dubai Jadi Ajang Kukuhkan Industri Halal Indonesia
Mahmuda attar hussein
Senin, 25 Oktober 2021 - 07:00 WIB
Expo 2020 Dubai. Foto: Langit7
Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar, Indonesia memiliki target menjadi pusat industri halal dunia. Untuk itu, Kementerian Perindustrian memanfaatkan Expo 2020 Dubai yang diselenggarakan pada tanggal 22 - 28 Oktober 2021, untuk semakin mengukuhkan eksistensi industri halal di Indonesia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya bakal berfokus pada industri halal. Sebab, hal tersebut saat ini telah berkembang menjadi bisnis global dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia.
Apalagi, potensi ini didukung dengan populasi muslim dunia pada 2030 yang diproyeksikan mencapai 2,2 miliar orang atau 26,5 persen dari populasi dunia
"Ini berpotensi menjadi pasar halal global yang sangat besar,” katanya di acara business forum, Expo 2020 Dubai, dalam keterangan tertulis, Senin (25/10).
Baca juga: Dengan Ilmu Agama, Muslim Ini Berhasil Kembangkan Bisnis di Tengah Pandemi
Selain itu, data State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021 menunjukkan, market size ekonomi syariah di industri halal mencapai USD2,2 triliun pada 2019. Di antaranya mencakup kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan lain lain.
Data itu menunjukkan adanya peningkatan pada sektor tersebut meningkat 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, berdasarkan Global Islamic Economy Indicator (GIEI), peringkat ekonomi syariah Indonesia naik dari peringkat ke-5 menjadi peringkat ke-4, di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya bakal berfokus pada industri halal. Sebab, hal tersebut saat ini telah berkembang menjadi bisnis global dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia.
Apalagi, potensi ini didukung dengan populasi muslim dunia pada 2030 yang diproyeksikan mencapai 2,2 miliar orang atau 26,5 persen dari populasi dunia
"Ini berpotensi menjadi pasar halal global yang sangat besar,” katanya di acara business forum, Expo 2020 Dubai, dalam keterangan tertulis, Senin (25/10).
Baca juga: Dengan Ilmu Agama, Muslim Ini Berhasil Kembangkan Bisnis di Tengah Pandemi
Selain itu, data State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021 menunjukkan, market size ekonomi syariah di industri halal mencapai USD2,2 triliun pada 2019. Di antaranya mencakup kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan lain lain.
Data itu menunjukkan adanya peningkatan pada sektor tersebut meningkat 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, berdasarkan Global Islamic Economy Indicator (GIEI), peringkat ekonomi syariah Indonesia naik dari peringkat ke-5 menjadi peringkat ke-4, di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab.